Gilabola.com – Chelsea selangkah lebih cepat mengamankan Yisa Alao. Liverpool dan Everton harus menelan pil pahit dalam perburuan bek muda ini.
Anfield sempat berharap. Goodison Park ikut waspada. Namun arah cerita berubah cepat ketika satu nama besar masuk dan langsung menutup pintu.
Liverpool dan Everton harus menerima kenyataan pahit dalam perburuan bek kiri muda Sheffield Wednesday, Yisa Alao. Pemain berusia 17 tahun itu kini justru melaju ke London, meninggalkan dua klub Merseyside yang sempat berharap memboyongnya.
Liverpool Sudah Bergerak, Tapi Datang Terlambat
Awal bulan ini, Liverpool disebut sudah mengajukan tawaran resmi.
Nilainya sekitar Rp8,9 miliar dari angka £450 ribu.
Manchester United ikut masuk radar. Everton dan bahkan Manchester City juga memantau situasi.
Yisa Alao jelas bukan nama sembarangan di level Championship.
Usianya masih 17 tahun, tapi potensinya bikin banyak klub Premier League terpikat.
Pertanyaannya, jika peminatnya sebanyak itu, ke mana ia akan berlabuh?
Chelsea Masuk, Situasi Langsung Berubah
Jawabannya datang lewat satu kalimat khas. “Here we go!”
Fabrizio Romano memastikan Chelsea sudah mencapai kesepakatan dengan Sheffield Wednesday.
Biaya awalnya disebut lebih dari Rp9,9 miliar dari angka £500 ribu, ditambah bonus yang nilainya signifikan.
Chelsea bukan hanya menang cepat.
Mereka juga mengalahkan tiga klub Premier League lain dalam satu gerakan.
Bagi Liverpool dan Everton, ini jelas pukulan telak.
Target yang sudah masuk radar, lepas tepat di depan mata.
Bek Kiri Jadi Masalah Serius di Anfield
Kegagalan ini terasa makin menyakitkan jika melihat situasi Liverpool saat ini.
Posisi bek kiri masih menyisakan tanda tanya besar.
Andy Robertson akan habis kontrak musim panas ini.
Belum ada kepastian apakah sang kapten timnas Skotlandia akan mendapat kontrak baru.
Robertson sendiri mengaku masa depannya masih abu-abu.
Keputusan besar akan ia ambil bersama keluarga dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, Milos Kerkez memang mulai terlihat lebih nyaman.
Namun Liverpool tetap membutuhkan kedalaman skuad jangka panjang.
Bagaimana dengan Kostas Tsimikas?
Bek Yunani itu masih terikat kontrak hingga 2027, tapi saat ini dipinjamkan ke AS Roma dan dikaitkan dengan Nottingham Forest.
Opini Gilabola: Chelsea Menang karena Paham Momentum
Kami melihat satu pola yang sangat jelas dalam kisah Yisa Alao ini.
Chelsea bergerak di waktu yang tepat, saat klub lain masih kelamaan menimbang risiko.
The Blues tidak sekadar membeli pemain muda.
Mereka membeli waktu, kesabaran, dan jalur pengembangan yang menarik bagi talenta seusia Yisa Alao.
Liverpool sebenarnya tidak salah membaca kebutuhan.
Namun di era persaingan elite seperti sekarang, kecepatan mengambil keputusan sering kali lebih menentukan daripada nominal.
Jika situasi bek kiri tidak segera dituntaskan, The Reds bisa kembali menghadapi cerita serupa.
Target masuk radar, tapi justru berakhir mendarat di klub rival.
Pelajaran Mahal untuk Liverpool
Transfer Yisa Alao mungkin terlihat kecil di atas kertas.
Namun dampaknya besar dalam konteks perencanaan jangka panjang.
Chelsea mendapatkan satu lagi prospek menjanjikan. Liverpool dan Everton harus menata ulang strategi.
Di bursa transfer modern, siapa lambat dia tertinggal. Dan kali ini, cerita itu kembali terjadi di Merseyside.

