Site icon Gilabola.com

Sibuk Cari Bek Kiri Semusim, Manchester United Malah Pilih Angkat Tangan di Deadline Day

Michael Carrick manajer Manchester United

Manchester United menutup bursa transfer tanpa mendatangkan bek kiri baru, padahal  posisi tersebut sebelumnya menjadi salah satu posisi yang cukup lama ingin mereka benahi sepanjang musim panas ini.

Setan Merah sempat bergerak pada hari terakhir bursa transfer, mereka bahkan mencoba mencari opsi pinjaman untuk menambah kedalaman di sisi kiri pertahanan. Sayangnya, tidak ada pemain dan juga kesepakatan yang dianggap tepat hingga tenggat transfer berakhir.

Salah satu nama yang sempat masuk radar MU adalah bek kiri Barcelona, Alejandro Balde. Setan Merah melakukan penjajakan terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut.

Tapi Barcelona langsung memasang sikap tegas, sang raksasa Catalan hanya bersedia membicarakan transfer permanen, sementara United tidak ingin mengeluarkan uang banyak untuk kesepakatan semacam itu pada tahap tersebut.

Perhatian MU kemudian beralih kepada Rayan Ait-Nouri. United sudah memperoleh informasi mengenai kemungkinan tersedianya bek kiri internasional Aljazair tersebut dari agennya beberapa hari sebelum deadline day.

Situasi itu membuat United mencoba membuka komunikasi dengan Manchester City pada Selasa siang kemarin. Mereka ingin mengetahui apakah ada celah untuk melakukan transfer dadakan sebelum bursa benar-benar ditutup.

Jawabannya tak jauh berbeda dengan Blaugrana meski City punya syarat sendiri. Klub tersebut hanya bersedia melepas Ait-Nouri melalui skema pinjaman yang disertai kewajiban membeli.

Bagi United, opsi tersebut bukan opsi yang menarik. Mereka tidak berminat terikat pada kesepakatan permanen, sehingga pembicaraan pun tidak pernah berkembang menjadi negosiasi transfer.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Manchester United sebenarnya sudah menyisir sejumlah nama lain dalam beberapa hari terakhir. Ian Maatsen dari Aston Villa dan Ferdi Kadioglu milik Brighton termasuk pemain yang diperiksa situasinya.

Masalahnya sama: Man United tidak menemukan pemain yang dinilai punya kualitas cukup untuk benar-benar meningkatkan kekuatan skuad.

Keinginan memperkuat posisi bek kiri sebenarnya sudah muncul sejak awal musim panas. Luke Shaw menjadi starter dalam seluruh 38 pertandingan Manchester United di Premier League musim lalu, sebuah catatan yang sekaligus memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan tim terhadapnya. Tapi bisa lemas dia!

Kebugaran Shaw juga masih menjadi perhatian. Pasalnya Manchester United kembali tampil di Liga Champions dan menghadapi kalender pertandingan yang lebih padat musim ini, kebutuhan terhadap pelapis berkualitas terasa semakin mendesak.

Tyrell Malacia sudah pergi pada akhir musim lalu. Artinya, ruang di sektor bek kiri semakin tipis.

United sebelumnya menjadikan Lewis Hall sebagai salah satu target utama. Bek Newcastle berusia 21 tahun itu sempat menjadi opsi yang sangat menarik bagi Carrick.

Situasi di Newcastle kemudian membuat transfer tersebut semakin sulit. Sejumlah pemain tim utama meninggalkan St James’ Park dan kondisi itu membuat The Magpies enggan kehilangan pemain penting lainnya. Pada akhirnya, United menyadari kesepakatan untuk Hall tidak akan terwujud musim panas ini.

Nama Myles Lewis-Skelly juga pernah dibahas. Akan tetapi, pemain jebolan akademi Hale End itu tidak punya keinginan meninggalkan klub masa kecilnya, Arsenal.

Lewis-Skelly bahkan kembali mendapatkan tempat reguler dalam skuad Mikel Arteta pada awal musim ini. Peluang membawanya ke Old Trafford pun praktis tertutup.

Situasi tersebut membuat Manchester United harus mencari solusi jangka pendek menjelang deadline. Ineos tidak ingin mengulangi pola lama dengan merekrut pemain melalui skema pinjaman yang pada akhirnya kesulitan memberikan kontribusi nyata.

Daripada melakukan transfer asal jadi, mereka memilih berhenti! Berhenti total!

Jorge Salinas juga termasuk pemain yang dipantau Manchester United sepanjang musim panas. Bek internasional Spanyol U-19 tersebut dipandang sebagai proyek jangka panjang, bukan solusi instan untuk kebutuhan tim utama.

Salinas baru tiga kali menjadi starter di La Liga sejauh ini setelah membantu Racing Santander promosi dari divisi dua pada musim lalu.

Pemain tersebut sebelumnya diperkirakan bakal bergabung dengan Atletico Madrid pada hari terakhir bursa. Salinas memiliki klausul pelepasan senilai 16 juta euro, tetapi rencana kepindahan ke ibu kota Spanyol itu akhirnya runtuh.

Manchester United sempat punya kesempatan untuk ikut bergerak. Mereka memilih tidak melakukannya.

Dengan tidak adanya opsi pinjaman yang benar-benar meyakinkan dan pemain yang tersedia di pasar dianggap belum cukup bagus, United akhirnya memilih bertahan dengan komposisi yang ada.

Luke Shaw tetap akan menjadi tumpuan utama di posisi bek kiri musim ini. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui juga bisa digeser untuk mengisi sektor tersebut jika dibutuhkan.

Patrick Dorgu menjadi alternatif lain. Manchester United juga memutuskan mempertahankan Harry Amass yang baru berusia 19 tahun.

Bek kiri akademi tersebut sempat menarik perhatian sejumlah klub Championship. United tetap menahannya.

Keputusan ini memang menyisakan tanda tanya. Setelah berbulan-bulan mencari bek kiri baru, Setan Merah akhirnya tidak membeli siapa pun.

Tetapi bagi Ineos, tidak melakukan transfer dianggap lebih baik daripada menghamburkan uang untuk pemain yang sejak awal tidak diyakini mampu memberikan dampak. Musim ini, United akan mencoba bertahan dengan Shaw, Dorgu, serta sejumlah pemain yang bisa menjalankan peran darurat di sisi kiri.

Exit mobile version