
Gilabola.com – Manajer Liverpool Arne Slot tidak ingin mencari kambing hitam dan menyalahkan Gabriel Martinelli usai mereka mendapatkan pukulan dengan cederanya Conor Bradley selama laga imbang melawan Arsenal.
Di laga itu, Bradley yang tampil sebagai bek kanan mengalami cedera yang diduga serius, disertai insiden kontroversial yang melibatkan Martinelli di menit-menit akhir pertandingan.
Meski kehilangan sejumlah pemain pilar karena cedera dan tugas negara, Liverpool secara mengejutkan mampu menantang Arsenal yang sedang dalam performa terbaik dan memuncaki klasemen liga.
Bahkan pasukan Arne Slot lebih banyak menguasai bola dengan 53 ball possession, berkali-kali mengancam pertahanan tuan rumah, sayangnya mereka kurang beruntun dalam penyelesaian akhir.
Absennya para penyerang utama seperti Alexander Isak, Hugo Ekitike, dan Mohamed Salah jelas sangat berpengaruh, dengan The Reds gagal melepaskan tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan mereka.
Sepanjang 90 menit, kedua tim sebenarnya cukup banyak melakukan jual beli serangan, tapi kurangnya efektivitas ditambah dengan pertahanan yang tampil disiplin dari kedua tim, gol tak kunjung datang.
Drama justru kemudian terjadi di masa injury time. Bradley terjatuh di pinggir lapangan saat berebut bola dengan Martinelli, dan benturan itu langsung memicu kekhawatiran besar.
Bradley terlihat memegangi lutut dan tidak mampu bangkit tanpa bantuan tim medis, sementara situasi memanas saat Martinelli terlihat menendang bola ke bek Liverpool yang masih tergeletak itu.
Aksi lanjutan berupa dorongan ke arah luar lapangan memicu reaksi keras pemain Liverpool. Wasit Anthony Taylor kemudian mengeluarkan kartu kuning untuk Martinelli. Ibrahima Konate juga menerima kartu setelah terlibat dalam protes keras.
Bradley akhirnya ditandu keluar lapangan oleh tim medis dan terlihat meninggalkan stadion dengan kruk. Kondisi itu langsung menimbulkan kecemasan di kubu Liverpool.
Kini, berbicara dalam konferensi persnya pasca pertandingan, Slot angkat bicara mengenai situasi itu, mengakui bahwa cedera Bradley tampak mengkhawatirkan terutama karena sang pemain harus keluar dengan tandu.
Dia menilai bahwa keputusan pasti baru bisa diambil setelah Bradley menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sembari mengakui bahwa ada potensi cedera serius pada pemainnya.
Soal insiden Martinelli, Slot memilih tidak menghakimi. Dia dengan dewasa menyadari bahwa itu mungkin situasi yang lahir dari emosi tinggi di menit-menit akhir pertandingan.
Taktisi Belanda itu mengatakan bahwa memang dalam sepak bola modern, terkadang pemain memainkan taktik buang-buang waktu dan itu membuat reaksi spontan bisa terjadi.
Slot juga menyebut bahwa jika Martinelli mengetahui kondisi cedera Bradley sebenarnya, reaksi emosional itu diyakini tidak akan terjadi. Dia percaya pemain Arsenal itu tidak berniat buruk.
Pendapat Kami
Slot menunjukkan kedewasaan dalam memandang situasi daripada dengan emosi meski situasi itu cukup merugikan timnya. Dia memilih fokus pada penanganan cedera Bradley daripada mengurus kontroversi yang tidak lagi penting dan berpengaruh.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!