Soal Blunder Alisson Becker, Jurgen Klopp Salahkan Kaki Dingin Kiper Brasil Itu

Gilabola.com – Bukan Jurgen Klopp namanya kalau tidak ada saja punya alasan atas setiap permasalahan timnya, termasuk pada dua blunder Alisson Becker yang salah umpan kepada pemain Manchester City dan berakibat pada kekalahan telak Liverpool.

Jurgen Klopp beralasan bahwa kaki dingin bisa menjadi penyebab dua kesalahan Alisson Becker dalam kekalahan Liverpool dengan skor 1-4 dari Manchester City pada hari Minggu (7/2) malam WIB pada laga lanjutan Premier League di Anfield.

Gol pembuka Ilkay Gundogan berhasil dibalas oleh penalti Mohamed Salah, tetapi The Citizens kemudian bak mendapatkan rezeki nomplok untuk mencetak dua gol susulan menyusul dua sapuan menyedihkan dari kiper Brasil seharga Rp 1,22 Trilyun. Tuan rumah akhirnya kalah dengan Phil Foden lantas mencetak gol keempat bagi tim tamu.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Kekalahan 4-1 di Anfield kini membuat Liverpool tertinggal 10 poin dari Manchester City dalam perburuan gelar Liga Inggris, sementara tim asuhan Pep Guardiola juga memiliki satu pertandingan di tangan dan mereka kini unggul lima angka dari rival terdekat, United.

Seusai pertandingan, manajerĀ The RedsĀ Jurgen Klopp mengatakan bahwa Alisson tak bisa sepenuhnya disalahkan atas kedua blundernya tersebut. Pertama karena dia kekurangan pilihan untuk memberikan umpannya, kedua hanya dia salah dalam melakukan sapuan pada bola.

“Kami tidak bisa menyembunyikannya dan kami tidak harus melakukannya,” kata bos Jerman itu kepada Sky Sports ketika ditanya tentang kesalahan Alisson. “Memang benar kami tidak memberinya banyak pilihan, terutama yang pertama, tapi yang kedua dia hanya gagal menyapu bola.”

“Tidak ada penjelasan nyata untuk itu, mungkin dia memiliki kaki yang dingin atau semacamnya. Saya tahu ini terdengar lucu tapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi. Hanya sekali lagi perlu saya tegaskan, Alisson telah menyelamatkan hidup kami berkali-kali, tidak diragukan lagi, dan malam ini dia membuat dua kesalahan. Begitulah adanya.”