Soal Kiper Termahal Dunia, Lampard Bantah Ribut Lawan Direksi Chelsea

Soal Kiper Termahal Dunia, Lampard Bantah Ribut Lawan Direksi Chelsea

Frank Lampard bantah dirinya ribut lawan direksi Chelsea menyangkut kiper termahal dunia, yang didatangkan The Blues seharga hampir Rp 1,3 Trilyun.

Sebuah pertanyaan yang menarik perhatian diajukan saat konferensi pers Chelsea, jelang laga The Blues lawan Tottenham Hotspur, pada hari Sabtu (22/2). Ditanyakan apakah Frank Lampard terlibat pertikaian dengan direksi klub usai mencadangkan kiper termahal dunia, Kepa Arrizabalaga.

Penjaga gawang asal Spanyol itu hanya duduk di bangku cadangan dalam dua pertandingan terakhir Chelsea di ajang Liga Inggris. Alasan pencadangan adalah karena Kepa melakukan beberapa blunder, seperti saat melawan Arsenal dan jadi penyebab gol menit 94 Newcastle United pada bulan lalu.

Lampard dan staf kepelatihan memilih menurunkan kiper veteran Willy Caballero agar Kepa Arrizabalaga bisa berlatih lebih keras demi memperebutkan posisi di bawah mistar.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

“Ini keputusan yang saya ambil dan keputusan perihal penjaga gawang tidak bisa dianggap enteng sebab sangat penting,” kata Lampard, awal bulan ini. Akan tetapi keputusan Frank Lampard ini diyakini membuat para petinggi Chelsea berang karena membayar sangat mahal untuk mendatangkan Kepa Arrizabalaga dari Athletic Bilbao.

Seperti diketahui penjaga gawang berusia 25 tahun itu mematahkan rekor pembelian termahal seorang kiper, seharga hampir Rp 1,3 Trilyun. Selang beberapa pekan sebelumnya rekor kiper termahal dunia tersebut dipegang Alisson Becker.

Kala ditanya soal kebenaran kabar tersebut pada konferensi pers jelang laga kontra Tottenham Hotspur, Lampard membantahnya.¬†“Pastinya tidak. Kabar tersebut memenuhi tajuk-tajuk berita masyarakat,” ungkap Lampard. “Saya sepenuhnya bersama klub dan direksi sebab kami sama-sama menginginkan yang terbaik dan saya digaji untuk membuat keputusan-keputusan. Oleh karenanya saya mempertimbangkan siapa yang berada di bawah mistar gawang.”

“Akhir-akhir ini keputusan saya itu berubah, tapi bukan keputusan akhir. Yang harus dilakukan Kepa adalah berlatih dan menunjukkan sikap yang hebat, seperti yang saya minta dari setiap pemain. Yang pasti keputusan saya ini [masih] bisa berubah. Namun yang saya inginkan adalah yang terbaik bagi tim.”