Soal Situasi Pierre-Emerick Aubameyang, Mikel Arteta Tolak Disebut Sebagai Diktator

Manajer Arsenal Mikel Arteta angkat bicara tentang situasi Pierre-Emerick Aubameyang dan klaim bahwa dia bertindak sebagai diktator dalam kasus pencopotan ban kapten dan pembekuan penyerang internasional Gabon tersebut.

Pierre-Emerick Aubameyang sudah tidak bermain dalam empat pertandingan terakhir klub melawan Southampton, West Ham United, Leeds United dan Sunderland, dan bahkan dia dicopot dari jabatannya sebagai kapten klub.

Kasus bermula saat mantan penyerang internasional Gabon tersebut meminta izin pergi ke Prancis untuk menemui ibunya dan diizinkan oleh pihak klub, sayangnya dia kemudian kembali terlambat, gagal melapor ke sesi latihan tepat waktu yang membuat manajer Mikel Arteta kecewa.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pemain berusia 32 tahun itu sekarang telah diasingkan dari pelatihan tim utama dan akan terus berlatih sendiri hingga sebelum berangkat ke Piala Afrika bulan depan untuk membela negaranya.

Atas kasus pengasingan tersebut, manajer Mikel Arteta diklaim bertindak otoriter dan terlalu kejam dengan mencopot ban kapten Pierre-Emerick Aubameyang dan kemudian mengasingkannya dari skuad dalam beberapa pertandingan terakhir Arsenal, tapi bos Spanyol itu menolak anggapan tersebut.

Mantan asisten Pep Guardiola itu menambahkan bahwa penanganannya terhadap situasi bukanlah metode untuk membangun otoritasnya, bersikeras dia hanya ingin ‘rasa hormat dan komitmen’ dari para pemainnya.

Dia mengatakan, “Saya tidak membangun otoritas saya dengan menjadi diktator atau mencoba menjadi kejam. Saya hanya meminta satu hal, itu rasa hormat dan komitmen. Itu saja. Dan jika Anda tidak meminta itu pada tingkat ini, saya pikir saya mengemasi tas saya dan saya pergi ke tempat lain karena itu adalah jumlah minimum yang dapat Anda minta.”

“Saya minta maaf, tetapi saya mengharapkan itu dari semua orang yang bekerja untuk klub. Pertama-tama saya sendiri. Dan pada hari saya tidak melakukan itu, saya berjalan melewati pintu itu dan pergi dan melakukan sesuatu yang lain.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO