Solskjaer Sudah Tiga Kali Hampir Dipecat Man Utd, Tapi Lolos Terus

Gilabola.com – Ancaman pemecatan jelang laga lawan Everton pada akhir pekan di Liga Inggris bukan pertama kalinya diterima oleh Ole Gunnar Solskjaer, yang bahkan sudah beberapa kali mendapatkan ultimatum serupa pada beberapa kesempatan sebelumnya.

Solskjaer pernah menerima ultimatum pemecatan sejak hari pertama di Manchester United, dengan pelatih Norwegia itu belajar dengan keras bahwa kehidupan di Old Trafford bisa membuat frustrasi sekaligus pekerjaan yang sangat menuntut, ungkap Steve McClaren.

Mantan juru taktik Molde itu mendapatkan pekerjaan di Old Trafford usai pemecatan Jose Mourinho pada Desember 2018, setelah itu langsung membawa The Red Devils menikmati periode bulan madu termasuk kemenangan 3-1 atas PSG di Liga Champions, meyakinkan pihak manajemen bahwa sang manajer interim itu pantas mendapatkan kontrak tiga tahun.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Sayang usai mendapatkan kontrak permanen, nasib United justru mengalami periode yang buruk dan sejak itu performa klub telah mengalami pasang naik dan surut di Liga Inggris, membuat kursi panas yang diduduki Solskjer beberapa kali mendapatkan pertanyaan besar.

Mantan pemain Man Utd itu dilaporkan hampir dipecat usai dua kekalahan beruntun dari Arsenal di Liga Inggris dan dari Istanbul Basaksehir di ajang Liga Champions, sebelum akhirnya menang 3-1 atas Everton yang merupakan hasil melegakan.

Steve McClaren mengatakan hal-hal semacam itu merupakan bagian dari risiko pekerjaan, dengan mantan tangan kanan Sir Alex Ferguson pada periode 1999-2001 itu mengatakan kepada talkSPORT tentang spekulasi yang terus berkecamuk di Old Trafford, “Saya pikir dia mengalami ini sejak hari pertama, sejak masuk. Dia mengalami masa bulan madu dan mendapatkan pekerjaan itu, dan mereka mengalami beberapa periode yang buruk. Dia mengalaminya musim lalu, dua atau tiga kali, di mana mulai ada suara bahwa ‘Ole akan dipecat’. Tapi mereka menyelesaikan musim dengan sangat baik dan memulai musim ini dengan sangat buruk, jadi sudah dua atau tiga kali ada ultimatum pemecatan.”

“Ini tentu saja membuat frustrasi bukan hanya pada hasil, tetapi juga pada para pemain, dan akhirnya mendapatkan hasil seperti itu saat dibutuhkan – wow! Sebagai seorang manajer, ini sangat melegakan dan Anda bisa bernapas lega dan tidur nyenyak selama beberapa minggu ke depan, tetapi kemudian mulai lagi [ancaman pemecatan serupa].”