Son Heung-Min Wakili Nasib Pemain Bola Jomblo di Liga Inggris

Son Heung-Min Wakili Nasib Pemain Bola Jomblo di Liga Inggris

Gerak gerik Son Heung-Min saat Tottenham Hotspur merayakan hari terakhir musim Premier League mewakili nasib semua pemain bola jomblo.

Video tanpa keterangan tanggal ini memperlihatkan para pemain The Lilywhites merayakan sesuatu. Jelas bukan gelar juara karena mereka hanya finish keempat di hari terakhir musim Liga Inggris. Tapi juga bukan saat mereka merayakan kelolosan ke final Liga Champions pada laga leg kedua di kandang Ajax karena Son Heung-Min tidak mengenakan seragam, padahal pemain Korea Selatan itu turun sebagai starter di Amsterdam ArenA.

Jadi kemungkinan ini adalah perayaan hari terakhir musim Liga Inggris di kandangnya sendiri saat Tottenham hanya imbang 2-2 lawan Everton hari Minggu (12/5) kemarin. Gol cepat menit ketiga dari Eric Dier dibalas oleh dua gol beruntun The Toffees melalui Theo Walcott dan Cenk Tosun pada menit 69 dan 72. Selang tiga menit kemudian pemain Denmark Christian Eriksen menyelamatkan muka Spurs dengan gol yang menyamakan skor 2-2.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Namun yang menarik adalah mengamati bagaimana Son Heung-Min berpindah dari satu keluarga ke keluarga pemain Spurs lainnya. Bercengkerama dari satu pasangan ke pasangan lainnya, memeluk, sun pipi, menjawil anak-anak rekannya, menggoda mereka, bermain, melempar mereka ke udara. Hampir seluruhnya berpasangan dan berkeluarga. Hanya Son saja yang jomblo.

Tapi jangan salah. Son Heung-Min memang sudah bertekad menjomblo, setidaknya sampai karir bolanya usai. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian bulan Maret 2019 lalu ia mengatakan, sang ayah yang mendidik dia bermain bola secara keras sejak kecil sudah menginstruksikan pemain berusia 26 tahun itu untuk tetap melajang sampai karir bolanya usai, entah kapan. Mungkin saat pemain sayap itu berusia 32 atau 33 tahun.

Son diketahui pernah berkencan dengan dua bintang K-pop, Bang Min-ah dan Yoo So-young. Namun ia setuju dengan pendapat otoriter ayahnya agar tidak menikah sampai karir sepak bolanya berakhir. Alasannya sederhana, prioritas hidup akan berubah dari bola ke keluarga dan itu berarti penurunan performa di lapangan.

“Ayah saya mengatakan hal ini dan saya sepakat. Jika Anda menikah prioritas nomor satu adalah keluarga, istri dan anak-anak. Baru setelah itu sepak bola. Saya ingin bermain sepak bola pada level terbaik saya, menjadi prioritas nomor satu. Anda tak pernah tahu sampai kapan bisa bermain, mungkin umur 33 atau 34. Saat itu Anda masih bisa punya masa yang sangat panjang dengan keluarga Anda.”

Hal itu berbeda pandangan dengan banyak manajer Eropa yang menginginkan para pemainnya menikah muda dan kemudian membentuk keluarga dan menjalani hidup yang tenang. Son tahu itu, merujuk pada kebiasaan para pemain muda Barat untuk berpesta dan mabuk-mabukan di luar usai latihan. Jika mereka menikah muda maka bisa mengurangi tendensi seperti itu. “Saya bukan tipe orang [yang gemar berpesta dan mabuk-mabukan] seperti ini,” katanya.

Jadi siap-siaplah melihat adegan Son Heung-Min menjomblo seperti ini sampai usianya 33 atau 34 tahun. Melihat anak pemain lain, ingat anak sendiri. Melihat istri pemain lain, lupa istri sendiri.