Starting XI Pertama Jurgen Klopp di Liverpool, di Mana Mereka Sekarang?

Jurgen Klopp sudah berada di Liverpool selama enam tahun. Di mana para bintang di starting XI pertamanya bersama The Reds saat ini?

Gilabola.com – Klopp berhasil mengukir namanya di Anfield dengan tinta emas sejak ia datang dari Borussia Dortmund pada tahun 2015.

Pelatih asal Jerman tersebut sukses membawa Liverpool meraih gelar Liga Champions, dan juga Liga Premier – gelar domestik yang sudah mereka tunggu-tunggu selama 30 tahun.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Jurgen Klopp bahkan berhasil mengubah wajah The Reds sejak kedatangannya, walaupun harus diakui hal itu tidak mudah. Skuad Anfield sempat menutup musim di posisi delapan (merosot dari peringkat ke enam di musim sebelumnya) di tahun pertama Klopp di klub Merseyside tersebut.

Berikut ini nasib para pemain di starting XI Liverpool yang pernah menjadi pilihan Klopp saat timnya bermain imbang 0-0 di laga pertama pelatih tersebut bersama The Reds, seperti dilansir Daily Star:

Simon Mignolet

Mignolet pernah menjadi kiper nomor wahid the Reds saat Klopp datang. Sayangnya, meskipun berhasil menjaga clean sheet di laga melawan Spurs saat itu, tapi dengan cepat ia berhasil digeser Lorus Karius sebelum kedatangan Alisson Becker di tahun 2019. Kiper Brasil ini akhirnya berhasil menyelesaikan masalah yang dialami The Reds di bawah mistar gawang mereka.

Mignolet sempat melewatkan beberapa tahun di Liverpool setelah ia teken kontrak baru berdurasi lima tahun, hanya beberapa bulan setelah kedatangan Jurgen Klopp di klub tersebut.

Namun, setelah haus untuk bermain setelah sekian lama duduk di bench, kiper Belgia itu akhirnya kembali ke negaranya di tahun 2019, dan bergabung dengan Club Brugge.

Nathaniel Clyne

Clyne dianggap sebagai salah satu full-back terbaik di Inggris saat Klopp datang ke Anfield di tahun 2015. Saat itu, dia baru datang dari Crystal Palace dengan harapan besar, tapi malah dibekap cedera yang membuatnya gagal penuhi ambisinya bersama Liverpool.

Di bawah asuhan Klopp, Clyne menjadi andalan di posisi bek kanan di saat ia fit. Namun pemain akademi yang ditarik ke skuad utama untuk menutup absennya Clyne, Trent Alexander-Arnold, malah membuat Clyne tak lagi diminati pelatih 54 tahun tersebut.

Akibatnya, Clyne hanya bermain dalam tujuh pertandingan dalam dua musim, dan sempat dipinjamkan ke Bournemouth sebelum akhirnya kembali ke Palace tahun lalu.

Martin Skrtel

Skrtel menjadi salah satu pemain favorit di Anfield saat Klopp datang. Sayangnya, mereka berdua hanya bekerja sama sebentar saja, karena Skrtel putuskan pindah ke Turki.

Bek asal Slowakia itu bergabung ke Fenerbahce di akhir musim pertama Jurgen Klopp di Liverpool, dan berhasil memantapkan dirinya sebagai pemain kunci, sebelum akhirnya pindah lagi ke klub Serie A, Atalanta – sebuah transfer yang sangat aneh karena terjadi tiga pekan sebelum kontraknya di Fenerbahce berakhir.

Skrtel lalu kembali ke Turki dan bergabung dengan klub rival, Istanbul Basaksehir, sebelum kembali ke negaranya pada musim panas ini dan berpeluang akhiri karirnya di dunia sepak bola bersama klub Spartak Trnava.

Pemain berusia 36 tahun itu meninggalkan kesan mendalam di hati semua suporter Liverpool, di mana ia sudah membela Anfield selama satu dekade dan bermain dalam 300 pertandingan yang dilakoni The Reds.

Mamadou Sakho

Sakho datang ke Liverpool satu tahun sebelum Jurgen Klopp bergabung, di mana pemain itu terkenal selalu menjadi starter di setiap pertandingan yang dijalani Timnas Prancis di Piala Dunia 2014.

Namun, pemain bertahan itu hanya satu tahun diasuh Klopp, sebelum akhirnya karirnya dibekukan karena perilaku buruknya. Terkait hal itu Klopp mengatakan, pemain internasional Prancis itu gagal mengikuti aturan yang ditetapkan tim, termasuk sering terlambat saat tim akan berangkat ke pertandingan, bahkan terlambat datang ke meja makan.

Sakho akhirnya dipinjamkan ke Crystal Palace pada bulan Januari 2017, sebelum akhirnya ia pindah secara permanen ke klub itu. Setelah itu, Sakho tetap bermain di Liga Premier bersama Palace selama empat tahun, tapi saat ini sudah kembali ke Prancis dengan status bebas transfer dan membela klub Ligue 1, Montpellier, mulai musim panas tahun ini.

Alberto Moreno

Moreno lebih sering menjadi kambing hitam bagi suporter Liverpool, selama lima tahun ia jalani karirnya di Merseyside. Ironisnya, full-back itu tampaknya akan lebih cocok dengan skuad Jurgen Klopp saat ini dibandingkan ketika itu, jika mempertimbangkan penekanan terhadap Andy Robertson dan Alexander-Arnold yang lebih bermain menyerang.

Sayangnya, kekurangan Moreno di lini pertahanan The Reds terus diekspos dengan kejam, hingga Klopp hanya memiliki sedikit pemain alternatif dan harus mencari penggantinya.

Setelah dicemooh di laga imbang 3-3 melawan Sevilla di Liga Champions, Moreno pun kehilangan tempatnya di skuad utama The Reds dan harus mengalah pada Robertson, hingga akhirnya tak pernah berhasil mendapatkannya kembali.

Moreno kemudian tinggalkan skuad Jurgen Klopp dengan status bebas transfer pada musim panas 2019, dan pindah ke Villarreal. Di klub La Liga ini, Moreno juga harus berjuang ekstra untuk dapatkan waktu bermain secara reguler, walaupun ia ikut membawa klub itu mengangkat trofi Liga Europa setelah sukses menjebol gawang Manchester United dalam drama adu penalti.

James Milner

Milner menjadi salah satu pemain yang bertahan sejak skuad pertama Klopp di Anfield, hingga saat ini. Veteran serba bisa ini sudah bukukan lebih dari 250 penampilan di semua kompetisi, sejak ia bergabung dengan The Reds di tahun 2015.

Klopp memuji Milner setelah pemain ini berhasil menggantikan Alexander-Arnold yang sedang cedera di posisi bek kanan, dan mengakui peranan penting yang dimainkan Milner dalam kesuksesan pelatih asal Jerman itu di Merseyside.

“Dia tak menyukai posisi itu, tapi dia bisa memainkannya dengan sangat baik, karena dia pemain sepak bola yang cerdas dan suka terlibat dalam pertandingan. Itulah mengapa dia selalu berpikir, dia harus bermain di tengah lapangan. Namun, cara kami memainkan bek kanan cukup berpengaruh dan punya beberapa peluang penguasaan bola yang sangat  berpengaruh dalam pertandingan,” tandas Klopp.

Lucas Leiva

Gelandang asal Brasil ini tinggalkan Anfield pad atahun 2017, sebagai seorang pahlawan setelah mengabdi selama satu dekade.

Lucas tercatat tampil dalam 350 pertandingan di semua kompetisi dan menjadi pemain yang bisa diandalkan selama satu setengah musim diasuh Klopp.

Sejak tinggalkan Liverpool, Lucas sudah temukan klub baru di Italia bersama Lazio. Ia bahkan terpilih sebagai pemain terbaik di klub tersebut musim ini, di tahun pertamanya di klub Roma tersebut. Lucas pun mampu membuktikan dirinya sebagai pemain penting di bawah asuhan Maurizio Sarri.

Emre Can

Can berkembang menjadi salah satu gelandang papan atas di Liga Premier selama ia diasuh Jurgen Klopp, sebelum akhirnya memutuskan hengkang dari Anfield di musim panas 2018, walau Klopp telah memintanya untuk bertahan di Merseyside.

Gelandang internasional Jerman tersebut mengakui hal itu setelah ia pindah ke Juventus. “Dia (Klopp) kecewa. Dia ingin saya bertahan di Liverpool, tapi dia menerima keputusan saya. Dia juga tahu, itu bukan keputusan yang dibuat karena saya melawan dia atau Liverpool, tapi saya ingin tantangan baru di Juventus,” tandas Can.

Sayangnya, transfer Can ke Turin tak seindah yang dibayangkan, hingga ia akhirnya dipinjamkan ke klub lain. Ironisnya, klub itu adalah klub yang pernah diasuh Klopp, Borussia Dortmund. Klub itu akhirnya permanenkan status Can setahun kemudian.

Adam Lallana

Lallana menjadi pemain yang berhasil memantapkan dirinya sebagai pemain penting bagi skuad Klopp, di dua musim pertamanya sebagai pelatih klub papan atas Inggris tersebut.

Pemain internasional Inggris ini memiliki kemampuan teknis dan adaptasi yang membuatnya bisa mengisi sejumlah peran di skuad Klopp. Namun, cedera menjadi hambatan bagi Lallana untuk tampil lebih menonjol bersama skuad Jurgen Klopp, walau ia ikut membawa The Reds mengangkat trofi Liga Champions dan Liga Premier selama enam tahun karirnya di Anfield.

Jebolan akademi Southampton berusia 33 tahun tersebut, saat ini menjadi bintang untuk klub rival di Liga Premier, Brighton, setelah ia putuskan untuk kembali ke wilayah pantai selatan Inggris di musim panas 2020.

Divock Origi

Bersama-sama James Milner, Origi menjadi salah satu dari segelintir pemain yang tersisa di awal kepemimpinan Klopp di Anfield.

Striker internasional Belgia itu sudah memastikan namanya tercatat dalam sejarah The Reds, di mana ia pernah mencetak beberapa gol penentu, termasuk gol yang dibukukannya saat The Reds menang atas Tottenham Hotspur di final Liga Champions.

Walau Origi harus berjuang ekstra untuk meruntuhkan dominasi Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino di lini serang Liverpool, pemain berusia 26 tahun itu tampaknya masih berada dalam rencana Jurgen Klopp dan ia kerap tampil mengesankan sebagai pemain pengganti di musim ini.

Namun, setelah lebih dari tujuh tahun di Anfield, masih harus dilihat berapa lama lagi Origi akan bertahan, terutama jika dia tidak juga mendapat waktu bermain lebih banyak.

Philippe Coutinho

Coutinho berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di Liga Inggris di bawah asuhan Klopp. Satu tahun setelah kedatangan mantan pelatih Mainz itu, Coutinho sukses mencetak 13 gol terbaik dalam karirnya di Liga Premier, dan ia pun masuk dalam radar sejumlah klub papan atas Eropa.

Terlepas dari upaya terbaik Liverpool yang terus membujuknya agar tetap di Merseyside, Philippe Coutinho akhirnya terpikat pindah ke Barcelona untuk dapatkan uang lebih banyak. Pemain itupun hengkang pada Januari 2018.

Raksasa Catalan itu bayarkan lebih dari 153 Juta Pounds atau sekitar Rp 3 Trilyun untuk Coutinho – angka yang terlalu menggiurkan untuk ditolak hirarki Anfield. Namun dipastikan, klub La Liga yang sedang krisis keuangan itu masih memiliki hutang kepada Liverpool sampai hari ini, di mana Coutinho pun masih harus berjuang untuk memantapkan posisinya di Camp Nou.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO