Sudah 14 Pekan, Newcastle United Belum Kunjung Menang! Dalam Perjalanan ke Degradasi

Sepertinya klub milik Pangeran Mohammad Bin Salman Al Saud ini sedang menuju ke pintu degradasi. Sepanjang sejarah Premier League, klub yang memiliki poin kurang dari tujuh setelah 13 laga, tak pernah bisa lolos dari jebakan degradasi.

Newcastle United gagal menang lagi, tadi malam. Memasuki pekan ke-14 the Magpies hanya bisa main imbang 1-1 melawan Norwich City, sesama tim di zona merah pada pertandingan di St James’ Park.

Tuan rumah bahkan kehilangan satu pemain saat pertandingan masih berusia 8 menit, saat Ciaran Clark kehilangan akal sehat dan menarik tangan Teemu Pukki saat pemain Norwegia itu memperoleh bola dan berlari setengah detik lebih cepat menuju ke gawang Martin Dubravka.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Wasit yang menyaksikan adegan tangan Pukki ditarik sampai terjatuh segera memberikan kartu merah dengan alasan pemain No 22 tersebut sedang dalam peluang terbesarnya mencetak gol.

Namun pasukan Eddie Howe justru unggul lebih dulu melalui penalti dari kaki Callum Wilson pada awal babak kedua, yang sayangnya berhasil disamakan oleh Pukki selang 11 menit sebelum pertandingan pekan ke-14 ini berakhir.

Dengan hasil ini maka Newcastle masih menghuni urutan terbawah klasemen Premier League dengan perolehan nilai 7 dari hasil tujuh imbang, nihil kemenangan dan tujuh kekalahan.

Dean Smith yang baru saja datang mengambil alih Norwich City akan puas dengan hasil imbang ini setelah terpacu jantungnya melihat the Magpies mampu unggul lebih dulu dengan modal hanya 10 pemain saja pada awal babak kedua.

Seperti sudah diutarakan tadi, sepanjang sejarah belum pernah ada tim Premier League dengan koleksi poin kurang dari tujuh setelah 13 pertandingan yang berhasil bangkit dan keluar dari jebakan degradasi. Salah satu contohnya adalah Sheffield United pada musim 2020/21, yang menghuni posisi terbawah dengan satu poin saja setelah 13 pekan dan tergusur turun ke divisi Championship.

Contoh Sukses Manchester City

Juara bertahan Liga Inggris 2021/22, siapa sangka pernah mengalami nasib yang mengenaskan pada musim 1995/1996, berada pada urutan terbawah usai 13 laga dengan satu kemenangan dan tiga hasil imbang. Nilai enam.

Pada akhir musim Man City berhasil naik ke posisi 18, atau posisi teratas zona merah, dengan nilai 38. Tapi mereka secara tragis kalah selisih gol dari Southampton di urutan 17, yang sama poin 38 tapi memiliki selisih gol gol lebih baik minus 18, sementara City minus 25.

Sehingga, sementara tetangga mereka Manchester United tengah berjaya pada tahun-tahun itu, City berada di divisi kedua sepak bola Inggris dan bahkan sempat turun ke divisi ketiga selama semusim pada 1998/1999.

Barulah setelah kembali ke Premier League pada musim 2002/2003, Manchester City tidak pernah turun lagi dan menjaga posisi nya di kompetisi paling elit di Inggris. Sejak saat itu City sudah menjadi juara Liga Inggris lima kali.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO