Sudah di Inter, Lukaku Masih Ikut Campur Urusan Manchester United

Gila Bola – Romelu Lukaku sudah satu musim di Inter Milan tapi ia masih ikut campur urusan rumah tangga Manchester United, demi menyelamatkan nasib mantan rekan sepermainannya di Old Trafford. Siapa?

Manchester United telah banyak dikaitkan dengan kedatangan seorang striker baru musim panas ini, tapi mantan striker mereka asal Belgia, Romelu Lukaku, memperingatkan ole Gunnar Solskjaer bahwa kedatangan seorang penyerang baru bisa mengganggu stabilitas ruang ganti tim.

Solskjaer sejauh ini baru mendatangkan satu pemain, membawa masuk Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam senilai 680 Milyar rupiah, dan diharapkan masih bisa mendatangkan beberapa pemain lagi, terutama tukang gedor anyar sebelum bursa transfer ditutup hari Senin.

Terlebih karena The Red Devils memang belum membawa masuk seorang striker pengganti pasca kepergian Romelu Lukaku ke Inter Milan, sementara Anthony Martial sering dikritik karena kurangnya konsistensi dan tidak memiliki karakter sebagai penyerang No 9.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Belakangan Manchester United telah dikaitkan dengan upaya membawa mantan penyerang PSG Edinson Cavani dengan status bebas transfer, yang akan terwujud dalam beberapa jam lagi hari Minggu (4/10) atau meminjam Luka Jovic dari juara LaLiga Real Madrid.

Setan Merah bahkan dikaitkan dengan minat pada Harry Kane pada awal tahun ini, meski sebenarnya tingkat produktivitas trio penyerang di The Theater of Dreams cukup mengagumkan sepanjang musim lalu.

Pada musim 2019/2020, Anthony Martial mencetak 23 gol dan 12 assist untuk menjadi musim terproduktif dalam karirnya, sementara Marcus Rashford mengemas 22 gol dan 11 assist, serta Mason Greenwood 19 gol dan 5 assist,

Lukaku memperingatkan Manchester United soal kedatangan penyerang baru, mendesak Solskjaer menahan diri dari menambah seorang striker lain ke skuadnya mengingat harmoni dalam skuad saat ini.

“Jika Anda membeli striker lain, apa yang akan Anda lakukan dengan Anthony Martial?” kata penyerang internasional Belgia itu kepada The Times. “Dia tidak sekedar menjadi penyerang No 9 yang hebat di sebuah klub besar.”

“Beri dia satu musim penuh untuk memastikan apa yang dia lakukan tahun lalu, alih-alih mendatangkan seseorang penyerang baru untuk mengganggu chemistry di ruang ganti. Kemudian Anda perlu memberi waktu transisi Mason Greenwood dari seorang penyerang sayap kanan ke No 9, dan ingat bahwa Mason Greenwood adalah pembunuh di kotak penalti. Saya sudah melihatnya secara langsung. Dia punya sesuatu.”