Suporter Palace Kecam VAR Tapi Bersorak Saat VAR Usir Aubameyang

Suporter Palace Kecam VAR Tapi Bersorak Saat VAR Usir Aubameyang

Berita Liga Inggris - Inilah kemunafikan khas suporter sepak bola. Para pendukung Crystal Palace kecam VAR sepanjang pertandingan tapi bersorak saat alat yang sama VAR usir Aubameyang.

Inilah kemunafikan khas suporter sepak bola. Para pendukung Crystal Palace kecam VAR sepanjang pertandingan tapi bersorak saat alat yang sama VAR usir Aubameyang.

Lihat foto di atas. Spanduk menentang video asisten wasit (VAR) itu dibentangkan para pendukung The Eagles nyaris sepanjang pertandingan Crystal Palace vs Arsenal di Selhurst Park pada Sabtu (11/1) malam. Tapi kemudian spanduk raksasa itu buru-buru digulung setelah VAR usir Aubameyang pada menit 67.

Pelanggaran berat oleh pemain Gabon itu diawali oleh dribbling bola yang dilakukan gelandang The Eagles Max Meyer di sisi kiri lapangan. Aubameyang yang berfungsi sebagai striker sok-sokan coba berpartisipasi pada pertahanan dengan melakukan tackle dari samping. Gagal total. Usahanya malah berujung dasar sepatunya mendesak pergelangan kaki sang pemain Jerman, yang kemudian harus ditarik keluar dan digantikan oleh pemain pinjaman dari Everton, Cenk Tosun. Lihat adegan itu di bawah ini, apakah layak VAR usir Aubameyang?

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

Pertandingan Palace vs Arsenal itu sendiri usai dengan skor 1-1 dengan dua adegan nyaris gol terjadi dalam selang beberapa menit saja jelang berakhirnya babak kedua di Selhurst Park. Pertama, dalam selisih 10 menit sejak VAR usir Aubameyang tadi, satu sundulan kepala dari Tomkins menyebabkan bola on target sebelum dibersihkan oleh Sokratis Papastathopoulos, tepat di garis gawang. Situasi itu kemudian diprotes para pemain tuan rumah, mengklaim bola mengenai lengan sang pemain Yunani. Tapi wasit tak sepakat.

Dan beberapa menit kemudian satu tendangan keras dari Nicolas Pepe hanya menghantam tiang gawang! Percobaan serangan yang mendebarkan para pendukung Palace ini berawal dari gerakan Gabriel Martinelli di sisi kanan, yang mengumpan ke Alexandre Lacazette, yang meneruskannya ke Pepe di sisi kirinya. Hampir saja Arsenal menang dengan 10 pemain saja.