Sven-Goran Eriksson Puji Liverpool, Bikin Mangkel Manchester City

Sven-Goran Eriksson Puji Liverpool, Bikin Mangkel Manchester City

Gilabola.com – Sven-Goran Eriksson yang mantan pelatih Manchester City, justru puji Liverpool dan mengaku lebih suka menonton aksi The Reds dibandingkan tim lamanya tersebut.

Liverpool terus melaju hingga 25 poin di puncak klasemen Liga Premier setelah menang 1-0 di kandang Norwich City, Minggu (16/2) WIB. Eriksson yakin tim ini punya ‘segalanya’, karena gelar juara sekarang terlihat pasti.

“Liverpool punya segalanya, dan hal terbaik yang mereka lakukan adalah datangkan (Virgil) van Dijk,” ujar Eriksson kepada Sunday Times, seperti dilansir LiverpoolEcho.

“Anda bisa menyerang dengan banyak pemain, karena dia akan selalu memilah satu lawan satu di belakang. Jika Anda punya Van Dijk, Anda bisa lakukan apapun yang Anda inginkan,” tandasnya.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Saat ditanya tim mana yang ingin ditontonnya, pelatih berusia 72 tahun itu menjawab singkat, “Hari ini? Liverpool”.

“Beberapa tahun lalu, City benar-benar bagus, tapi saya tidak berpikir Anda bisa bersaing dengan kelaparan atas gelar juara yang sama tahun demi tahun, dan tidak terlalu banyak mengubah pemain. (Pep Guardiola) sangat hebat,” ujar Sven-Goran Eriksson.

“Saya punya contoh bagus tentang itu. Arrigo Sacchi perlahan membunuh para pemain (di AC Milan), ia terlalu banyak bertanya. Saya dapatkan Ruud Gullit di Sampdoria, datang dari Milan, dan kami bicara tentang Sacchi,” tambahnya.

“Dia mengatakan kepada saya bahwa suatu hari dia, (Frank) Rijkaard dan (Marco) van Basten pergi menemui (pemilik AC Milan, Silvio) Berlusconi, ‘Kami atau dia, Berlusconi, Anda harus memilih, tidak satu hari lagi’,” ujar Eriksson.

Eriksson yang jadi suporter the Reds mengenang kembali kunjungannya ke Anfield saat ia mempertimbangkan prospek kemenangan pertama di ajang liga sejak 1990 silam. “Akhirnya. Setelah bertahun-tahun. Saya selalu menjadi penggemar Liverpool,” ungkap Eriksson yang juga pernah menangani Timnas Inggris di era 2001 – 2006 lalu.

“Saya pergi ke sana berkali-kali ketika saya masih muda, menjadi sangat bersahabat dengan Joe Fagan. Saya diundang di Ruang Booting, itu luar biasa,” ungkapnya.

“Mereka bilang, ‘Tolong, katakan apa saja yang Anda inginkan Sven, tapi bukan permainannya’. Saya bilang, ‘Kapan Anda bicara tentang permainan yang baru saja Anda mainkan?’,” ujar Eriksson.

“‘Ya, Sven, besok, 11 pagi, di sini di stadion ketika para istri membuat makan siang hari Minggu, kita minum-minum sambil bicara tentang pertandingan yang kami mainkan’,” ungkap Sven-Goran Eriksson yang terakhir mengasuh Timnas Filipina di tahun 2019 lalu.