Eddie Howe berpotensi meminta Manchester United melakukan perubahan besar di jajaran kepelatihan jika ditunjuk menggantikan Michael Carrick.
Mantan pelatih Newcastle United itu dikabarkan menjadi salah satu kandidat terdepan untuk menangani Setan Merah. Howe disebut ingin membawa seluruh staf kepercayaannya ke Old Trafford jika mendapat tawaran resmi.
Masa depan Carrick kini berada dalam tekanan setelah Manchester United kalah telak 0-3 dari Bournemouth pada Minggu. Hasil tersebut membuat mereka tertahan di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris.
Kekalahan itu juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan Man United menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi. Sebelumnya, mereka dipermalukan Como dengan skor 1-4 di Liga Champions, hanya empat hari sebelum menghadapi Bournemouth.
Menurut laporan talkSPORT, direktur teknik Man United, Jason Wilcox, cenderung memilih Howe sebagai pengganti Carrick. Nama Antonio Conte dan Julian Nagelsmann juga masuk dalam pertimbangan manajemen klub.
Meski berstatus tanpa klub, mendatangkan Howe bukan perkara mudah. Pelatih berusia 48 tahun itu memiliki persyaratan khusus terkait komposisi staf yang akan mendampinginya.
Howe meninggalkan Newcastle pada Juli lalu setelah lima tahun menangani klub tersebut. Selama berkarier sebagai pelatih, ia dikenal ingin bekerja bersama orang-orang yang sudah memahami metode kepelatihannya.
Sikap tersebut pernah membuat peluang Howe menangani Celtic pada 2021 kandas. Kedua pihak gagal mencapai kesepakatan mengenai susunan staf kepelatihan yang akan dibawanya.
“Saya merasa jika datang ke pekerjaan penuh tekanan seperti Celtic, saya membutuhkan stabilitas,” kata Howe kepada The Athletic pada 2022.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
“Saya bisa merekrut staf baru, tetapi kami harus saling memahami terlebih dahulu. Ada proses transisi yang mungkin membutuhkan tiga, empat, hingga lima bulan.”
“Itu lima bulan yang terlalu lama. Saya membutuhkan staf saya bersama saya, tetapi kami tidak berhasil menyatukan mereka,” ujarnya.
Jika Manchester United benar-benar mengajukan tawaran, manajemen klub diperkirakan harus bernegosiasi dengan tim kepercayaan Howe. Mereka terdiri dari asisten pelatih Jason Tindall, pelatih tim utama Stephen Purches dan Simon Weatherstone, serta ilmuwan olahraga Dan Hodges.
Keempatnya pernah bekerja bersama Howe di Bournemouth dan Newcastle. Pengalaman tersebut membuat mereka memahami pendekatan taktik serta metode latihan yang diterapkan sang pelatih.
Persoalannya, Man United saat ini sudah memiliki jajaran staf kepelatihan yang cukup besar. Carrick membawa Steve Holland, Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, dan Craig Mawson ketika ditunjuk sebagai pelatih interim pada Januari.
Belum diketahui apakah para staf tersebut akan meninggalkan Old Trafford bersama Carrick atau tetap bertahan. Situasi ini bisa menentukan seberapa leluasa Howe membentuk tim kepelatihannya sendiri.
Man United sebenarnya memiliki riwayat memberikan kebebasan kepada pelatih baru untuk membawa staf pilihannya. Saat Ruben Amorim datang pada 2024, klub mengizinkannya merekrut lima anggota tim pendukung dari Sporting CP.
Jika Howe menjadi pilihan utama manajemen, bukan tidak mungkin Man United kembali memberikan jaminan serupa. Kesediaan klub memenuhi permintaannya bisa menjadi faktor penting dalam proses penunjukan pelatih baru.
Carrick sendiri masih berpeluang mempertahankan jabatannya. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu.
Kekalahan dalam pertandingan tersebut akan membuat Man United menelan empat kekalahan dari lima laga terakhir. Hasil negatif itu juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Carrick hingga posisinya semakin sulit dipertahankan.
Opini
Keinginan Eddie Howe membawa seluruh staf kepercayaannya merupakan hal yang masuk akal, terutama jika ia harus mengambil alih tim yang sedang terpuruk.
Pelatih baru membutuhkan waktu untuk menerapkan taktik, membangun komunikasi, dan memperbaiki kepercayaan diri pemain. Bekerja dengan staf yang sudah memahami metodenya bisa mempercepat proses tersebut.
Bagi Manchester United, persoalannya bukan sekadar memilih nama besar sebagai pengganti Carrick.
Manajemen harus memastikan pelatih berikutnya memiliki kewenangan yang cukup untuk membentuk tim sesuai kebutuhannya.
Jika benar-benar menginginkan Howe, klub perlu mempertimbangkan permintaannya sejak awal agar pergantian pelatih tidak kembali diwarnai persoalan internal.


