Gila Bola – Liverpool meminjamkan 11 pemain pada bursa transfer musim panas lalu. Tapi kini hanya enam tersisa yang masih bertahan. Mari kita bedah perjalanan mereka sejauh ini.
Liverpool memulai musim 2025/26 dengan meminjamkan 11 pemain ke berbagai klub, baik di Inggris maupun luar negeri. Tujuannya beragam, mulai dari mencari menit bermain reguler hingga mencoba menghidupkan kembali karier yang sempat tersendat. Namun, perjalanan mereka tidak semuanya berjalan mulus.
Dari 11 pemain tersebut, hanya enam yang saat ini masih aktif menjalani masa peminjaman. Dua pemain sudah dipanggil pulang, dua lainnya berada di ambang penarikan, dan satu pemain telah menyepakati kepindahan permanen.
Liverpool sendiri masih terbuka untuk meminjamkan pemain lain seperti Luke Chambers, Trent Kone-Doherty, Amara Nallo, dan Rhys Williams yang kontraknya habis di akhir musim.
James Balagizi dan Owen Beck Kembali Lebih Cepat
James Balagizi mengawali musim dengan turun ke National League bersama Forest Green Rovers. Gelandang berusia 22 tahun itu mencatat 10 penampilan, meski hanya dua kali menjadi starter. Ia sempat mencuri perhatian lewat gol penentuan di menit akhir melawan Scunthorpe United.
Namun, cedera hamstring yang dialaminya setelah tampil sebagai pemain pengganti dalam laga Piala FA yang berakhir dengan kekalahan 4-3 dari Luton Town membuatnya kembali ke AXA Training Centre pada Oktober untuk menjalani perawatan. Liverpool dan Forest Green kemudian sepakat mengakhiri masa peminjaman tersebut pada awal Januari.
Nasib serupa dialami Owen Beck. Bek kiri yang pernah digadang-gadang memiliki masa depan cerah di Anfield itu harus mengakhiri masa peminjamannya di Derby County lebih awal. Cedera hamstring yang kambuh membuat Beck menjalani operasi di AXA pada November, sebelum akhirnya dipanggil pulang pada Januari tanpa sempat mencatat satu pun penampilan kompetitif musim ini.
Harvey Davies dan Elliott, Dua Cerita yang Kontras
Kiper muda Harvey Davies melanjutkan kariernya di League Two bersama Crawley Town. Meski sempat kehilangan tempat utama pada Oktober dan November, penjaga gawang berusia 22 tahun itu berhasil merebut kembali status kiper utama.
Dari 19 penampilan di semua kompetisi, Davies mencatatkan dua clean sheet bersama tim yang tengah berjuang di papan bawah.
Sementara itu, kisah paling menyita perhatian datang dari Harvey Elliott. Pemain yang telah mencatatkan 149 penampilan bersama Liverpool itu memilih hengkang demi menit bermain lebih banyak dan bergabung dengan Aston Villa.
Kesepakatan peminjaman tersebut disertai kewajiban pembelian senilai £35 juta atau sekitar Rp700 miliar setelah mencapai 10 penampilan.
Namun, Elliott kesulitan menembus kepercayaan Unai Emery dan baru tampil lima kali. Isyarat kuat muncul di awal tahun bahwa Villa tidak akan mempermanenkan sang gelandang, dengan masalah aturan keuangan klub turut memengaruhi keputusan tersebut. Dengan regulasi yang membatasi kepindahannya ke klub ketiga, masa depan Elliott pun berada dalam situasi yang tidak ideal.
Jaros Bersinar di Ajax
Di antara para pemain pinjaman, Vitezslav Jaros menjadi salah satu yang paling stabil. Kiper asal Republik Ceko itu bergabung dengan Ajax setelah memperpanjang kontraknya di Liverpool. Sempat menjadi pelapis pada Oktober dan November, Jaros kini mengunci posisi penjaga gawang utama klub raksasa Belanda tersebut.
Dari 20 penampilan di semua kompetisi, Jaros telah mencatatkan empat clean sheet. Penampilannya yang konsisten membuat namanya kembali diperbincangkan sebagai opsi masa depan Liverpool, meski usianya yang akan menginjak 25 tahun musim depan bisa membuatnya harus mempertimbangkan langkah jangka panjang lain.
Analisa Gilabola.com
Kebijakan peminjaman Liverpool musim ini sebagai gambaran betapa tipisnya batas antara perkembangan dan stagnasi seorang pemain muda. Cedera menjadi faktor terbesar yang merusak rencana, seperti yang dialami Balagizi dan Beck, sementara kurangnya kepercayaan pelatih juga bisa sama menghambatnya.
Kasus Harvey Elliott terasa paling menyentuh. Keputusan berani meninggalkan klub masa kecilnya belum membuahkan hasil, dan situasinya kini justru berpotensi menghambat progres yang selama ini ia bangun dengan sabar.
Di sisi lain, performa Jaros menunjukkan bahwa jalur peminjaman masih bisa menjadi batu loncatan ideal jika berada di lingkungan yang tepat. Bagi Liverpool, enam bulan ke depan akan menjadi momen penting untuk menentukan siapa yang benar-benar siap kembali ke Anfield, dan siapa yang harus melanjutkan kariernya di tempat lain.

