Taktik Ancelotti 9 Hari Sebelum Dipecat Akan Dimainkan Lawan Liverpool

Taktik Ancelotti 9 Hari Sebelum Dipecat Akan Dimainkan Lawan Liverpool

Gila Bola – Taktik Carlo Ancelotti saat bermain 1-1 lawan Liverpool pada Desember 2019, hanya selang 9 hari sebelum ia dipecat oleh pemilik Napoli, akan diperlihatkan kembali pada Derby Merseyside menghadapi pasukan Juergen Klopp hari Sabtu (17/10).

Carlo Ancelotti adalah seorang pelatih senior berusia 61 tahun dan peracik taktik ulung. Di masa lalu ia pernah dikenal sebagai seorang yang sangat keras kepala dalam menerapkan taktik permainan, tapi menjadi lebih fleksibel sejak menangani Juventus pada kisaran tahun 1999 sampai 2001, saat mana ia mengubah formasi 4-4-2 favoritnya menjadi 4-3-1-2 guna mengadopsi peran Zinedine Zidane sebagai playmaker di belakang dua penyerang utama.

Saat menangani Napoli pada pertengahan tahun 2018 sampai akhir 2019, Carlo Ancelotti sekali lagi memperlihatkan satu keunggulan dan fleksibilitas taktik menghadapi pasukan Juergen Klopp di ajang kompetisi Eropa. Dalam laga Liverpool vs Napoli pada 1 Desember 2019, atau selang sembilan hari sebelum ia dipecat oleh pemilik Napoli Aurelio de Laurentiis, ia memamerkan cara menghadapi sebuah tim yang gemar melakukan tekanan jauh di lapangan lawan.

Menit 21 pada pertandingan Liga Champions di Anfield itu, hampir semua pemain outfield (semua kecuali kiper) tengah menempati posisinya di setengah lapangan lawan atau di sekitar garis pemisah lapangan. Bola jatuh ke pemain dengan jersey No 22, Giovanni di Lorenzo, yang menyepak bola jauh-jauh ke Dries Mertens yang sudah mendahului menyambut bola di depan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Percobaan serangan tadi tidak offside karena bola disepak dari setengah lapangan Napoli dan sisanya adalah pekerjaan yang baik dari Dries Mertens, menaklukkan kiper Alisson Becker dari sudut yang sempit. Papan skor berubah 0-1 untuk anak-anak Carlo Ancelotti.

Liverpool selamat dari kekalahan dengan gol sundulan kepala dari Dejan Lovren pada babak kedua, tapi bukan itu pointnya. Pesan utama dari pertandingan Liverpool vs Napoli di Anfield itu adalah, Carlo Ancelotti tahu cara memanfaatkan ruang kosong yang sangat lebar antara pemain terakhir outfield the Reds dan kiper, yang tercipta dari kegemaran Juergen Klopp memerintahkan para pemainnya menekan jauh di setengah lapangan lawan, gegenpressing.

Pertandingan Premier League hari Sabtu (17/10), dengan the Toffees tengah menjadi tim terbaik di Liga Inggris saat ini dengan empat kemenangan beruntun dan pada saat yang sama the Reds tengah menjadi tim kedua terburuk dalam hal kebobolan (11 gol, hanya kalah dari West Brom), akan menghadirkan dilema bagi Juergen Klopp.

Sang manajer Jerman mungkin akan dipaksa menanggalkan taktik favoritnya, memasang dua sampai tiga bek sejajar untuk menangani pergerakan kilat dari pemain muda Everton, Dominic Calvert-Lewin, dan penyerang Brasil Richarlison, selain mengawasi playmaker James Rodriguez yang diperkirakan akan melanjutkan penampilan hebatnya di Liga Inggris.