Gilabola.com – Manchester United kembali dihadapkan pada dua isu besar sekaligus, yakni respons Carlos Baleba terkait rumor transfer bernilai Rp 2,2 Triliun serta terungkapnya detail di balik kembalinya Cristiano Ronaldo pada 2021.
Baleba mengakui tekanan besar yang dia rasakan sejak dikaitkan dengan Old Trafford, sementara laporan terbaru menyebut Manchester United terdorong melakukan transfer Ronaldo akibat skenario yang dibangun oleh agennya.
Carlos Baleba menjadi salah satu nama yang sempat masuk radar serius Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang Brighton itu dinilai cocok dengan kebutuhan lini tengah sebelum upaya transfer tersebut kandas di tahap akhir.
Brighton mematok harga sekitar Rp 2,2 Triliun, angka yang akhirnya membuat Manchester United mundur. Sejak saat itu, performa Baleba disebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan musim sebelumnya.
Baleba kini tetap menjadi bagian penting Brighton, meski menit bermainnya berkurang. Musim ini, dia hanya sekali tampil penuh di Liga Inggris setelah sebelumnya nyaris tak tergantikan.
Respons Baleba atas Rumor United
Baleba menegaskan ketertarikan Manchester United tidak menjadi penyebab utama penurunan performanya. Dia mengakui tekanan pribadi meningkat karena ekspektasi yang dia pasang sendiri sejak awal musim.
Pemain berusia 21 tahun itu menjelaskan bahwa dia menargetkan level permainan yang sama seperti musim lalu. Tekanan tersebut justru membuatnya terlalu keras pada dirinya sendiri dalam beberapa periode.
Baleba menyebut proses kembali ke performa terbaik sedang dia jalani secara bertahap. Dia menilai tekanan tersebut tetap membawa sisi positif karena mendorongnya bekerja lebih keras setiap hari.
Situasi Baleba turut dipengaruhi agenda internasional bersama Kamerun di Piala Afrika. Turnamen tersebut memberinya kesempatan memulihkan kepercayaan diri di level berbeda.
Manchester United sendiri disebut masih memantau perkembangannya untuk jangka menengah. Ketertarikan tersebut belum sepenuhnya hilang meski negosiasi sebelumnya gagal total.
Di sisi lain, Manchester United juga disibukkan dengan pengungkapan cerita lama soal Cristiano Ronaldo. Detail baru menunjukkan kepulangan sang megabintang pada 2021 tidak sepenuhnya berjalan alami.
Fakta di Balik Transfer Cristiano Ronaldo
Laporan menyebut agen Ronaldo, Jorge Mendes, memainkan peran besar dalam mendorong Manchester United menyetujui transfer tersebut. Klub diyakinkan bahwa Ronaldo hampir bergabung dengan Manchester City.
Ancaman tersebut memicu kepanikan internal di Manchester United. Bayangan Ronaldo mencetak gol untuk rival sekota dianggap terlalu berat untuk diterima manajemen dan suporter.
Keputusan itu akhirnya berlawanan dengan arah pembangunan tim yang sedang dijalankan Ole Gunnar Solskjaer. Transfer tersebut dinilai tidak sejalan dengan rencana jangka panjang klub saat itu.
Meski Ronaldo mencetak 24 gol pada musim pertamanya kembali ke Inggris, dampak keseluruhan dinilai tidak sebanding. Biaya besar dan dinamika ruang ganti menjadi persoalan lanjutan.
Ronaldo kemudian meninggalkan klub menuju Al-Nassr pada Desember 2022. Masa keduanya di Old Trafford diwarnai pergantian pelatih dan ketegangan internal.
Secara finansial, kepulangan Ronaldo disebut membuat Manchester United mengeluarkan biaya sekitar Rp 26 Miliar per gol. Fakta ini memperkuat anggapan bahwa keputusan tersebut lebih emosional ketimbang strategis.
Manchester United kini berada di bawah arahan Ruben Amorim yang mencoba membangun ulang fondasi tim. Kasus Baleba dan cerita Ronaldo menjadi pengingat penting soal arah kebijakan transfer.
Pendapat Kami
Menurut kami, Manchester United masih kerap terjebak pada keputusan reaktif, baik dalam mengejar target muda seperti Baleba maupun saat tergoda nostalgia Ronaldo. Jika klub ingin stabil, pendekatan rasional dan konsisten harus lebih diutamakan daripada tekanan publik atau skenario yang dimainkan pihak luar.

