Ternyata Ini Alasan Gol Wirtz ke Gawang Fulham Tetap Disahkan Meski Dianggap Offside

Gilabola.com – Gol Florian Wirtz selama laga Fulham vs Liverpool sempat menuai kontroversi karena disahkan meski dianggap offside, tapi kini teknologi semi otomatis menjelaskan alasannya kenapa gol itu tetap disahkan.

Tuan rumah unggul lebih dulu menit ke-17 usai Harry Wilson menerima umpan terobosan sebelum melepaskan tembakan mendatar melewati Alisson. Hakim garis sempat mengangkat bendera, tapi gol akhirnya disahkan VAR.

Butuh waktu hingga menit ke-57 bagi Liverpool untuk menyamakn skor. Berawal dari akselerasi Cody Gakpo ke jantung pertahanan, bola kemudian dorong ke kanan dan ada Wirtz yang siap menuntaskan peluang.

Sekali lagi, hakim garis mengangkat bendera dan Wirtz juga tampaknya sudah pasrah jika golnya dianulir, dilihat dari gesturnya usai mencetak gol. Tapi intervensi VAR sekali lagi akhirnya mengesankan gol tersebut.

Sejumlah komentator tak pelak menyebut bahwa secara kasat mata, gol tersebut terlihat tidak sah. Bahkan Jamie Carragher mengatakan di televisi bahwa Wirtz tampak lebih maju dari garis pertahanan.

Namun, setelah pemeriksaan selama tiga menit, keputusan akhir keluar. Hasilnya, gol tersebut tetap disahkan setelah VAR meninjau dengan teknologi semi otomatis.

Penjelasannya, ada batas toleransi yang berlaku di Premier League. Sistem semi otomatis tetap memiliki margin kesalahan sekitar lima sentimeter.

Jadi, selama bagian tubuh penyerang berada di dalam garis toleransi itu, keputusan akan menguntungkan penyerang. Dalam kasus Wirtz, kakinya masih berada di area hijau toleransi.

Perlu diketahui bahwa aturan ini sebenarnya sudah mulai berlaku sejak musim 2021/2022 sehingga seharusnya sudah bukan sesuatu yang mengejutkan publik lagi, dan kali ini, Wirtz diuntungkan oleh penggunaan teknologi semi otomatis ini.

Sementara itu, tambahan satu gol ini tentu saja akan menambahkan kepercayaan diri gelandang internasional Jerman itu usai menerima kritik tajam karena lambat panas usai transfer mahalnya senilai Rp 2,4 Triliun.

Namun kini, Wirtz perlahan mulai menemukan ritme permainannya di Anfield, lebih bisa menyatu di lini tengah, terkoneksi dengan baik dengan rekanp-rekannya, dan lebih percaya diri di sepertiga akhir.

Peningkatan performa Wirtz ini berdampak pada peningkatan hasil Liverpool, yang sekarang menjalani periode sembilan pertandingan tanpa kekalahan, meski empat di antaranya berakhir imbang.

Pendapat Kami

Intervensi VAR melalui teknologi semi otomatis sekali lagi membantu penyerang mendapatkan golnya, kali ini untuk Wirtz, dan untuk hal-hal seperti ini teknologi digunakan, untuk mendapatkan keadilan lebih baik. Di sisi lain, gol ini diharapkan bisa semakin meningkatkan kepercayaan diri gelandang seharga Rp 2,4 Triliun itu.