Site icon Gilabola.com

Ternyata Man City dan Juventus Dekati Enzo Maresca Sebelum Tinggalkan The Blues

Manchester City dekati Enzo Maresca

Gilabola.com – Manchester City dan Juventus mendekati Enzo Maresca sebelum sang pelatih akhirnya memutuskan berpisah dengan Chelsea, dengan keputusan mundur tersebut diambil tak lama setelah hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada 30 Desember.

Maresca disebut mulai mempertimbangkan masa depannya usai laga tersebut dan memilih tidak menjalani kewajiban wawancara pascalaga. Meski asisten pelatih Willy Caballero menyebut Maresca sakit, sumber menyatakan sang pelatih Italia tidak mengalami gangguan kesehatan.

Ketegangan Internal Meningkat Sejak Desember

Ketegangan antara Maresca dan Chelsea sebenarnya sudah terbangun sepanjang Desember. Ia merasa kurang mendapat perlindungan serta tidak nyaman dengan adanya campur tangan dalam urusan pemilihan pemain.

Situasi itu mencuat ke publik setelah kemenangan 2-0 atas Everton pada 13 Desember, ketika Maresca menyebut dirinya mengalami “48 jam terburuk sejak bergabung.” Pernyataan tersebut membuat internal klub bingung karena datang setelah kemenangan penting dan positif.

Seiring waktu, Chelsea menilai terdapat konflik antara tim medis klub dan sang pelatih kepala. Pihak klub menegaskan bahwa model mereka tidak berubah, dan seluruh masukan terkait susunan pemain murni berasal dari departemen medis, khususnya menyangkut beban kerja dan kondisi pemain yang baru pulih dari cedera.

Namun, Maresca merasa persoalan di klub jauh lebih luas dan melibatkan departemen lain. Ia juga merasakan tekanan untuk melakukan rotasi demi meningkatkan nilai beberapa pemain muda. Chelsea memang mendorong pemanfaatan skuad secara menyeluruh, tetapi membantah ada instruksi langsung kepada pelatih soal siapa yang harus dimainkan.

Visi Klub Jadi Titik Konflik Utama

Akar masalah bagi Maresca disebut berkaitan dengan kepemilikan klub dan arah visi jangka panjang Chelsea. Di sisi lain, manajemen tetap teguh dengan strategi berbasis pemain muda dan model multi-klub, yang akhirnya memicu kebuntuan antara semua pihak.

Awalnya, hasil imbang melawan Bournemouth mengarah pada evaluasi yang direncanakan berjalan lebih lambat di awal tahun baru. Namun, situasi berubah drastis pada malam Tahun Baru, ketika agen Maresca, Jorge Mendes, mulai membahas paket kepergian dengan Chelsea.

Keputusan berpisah disetujui secara bulat oleh dewan klub dan terjadi atas kesepakatan bersama. Maresca disebut melepas sebagian hak kontraknya, sehingga membuat kepergian ini relatif hemat biaya bagi Chelsea. Langkah tersebut juga diambil demi menjaga hubungan baik dan mempercepat proses perpisahan.

Kontak dengan Man City dan Juventus

Sebelum keluar dari Chelsea, Enzo Maresca sudah dua kali berbicara dengan Manchester City dan juga menerima pendekatan dari Juventus. Sesuai kontrak, ia memberi tahu Chelsea mengenai kontak tersebut dan menegaskan keinginannya untuk bertahan serta melanjutkan proyek klub.

Saat itu, Maresca masih terikat kontrak hingga musim panas 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Ia bahkan terbuka untuk menandatangani kontrak baru. Namun, Chelsea menilai Maresca menggunakan minat klub lain sebagai alat tawar-menawar terlalu dini, sementara sang pelatih merasa hanya menegaskan komitmennya untuk jangka panjang.

Hubungan Maresca dengan jajaran pimpinan klub kemudian memburuk dengan cepat. Pihak internal Chelsea juga menyoroti 20 poin yang terbuang dari posisi unggul di Premier League dan Liga Champions, yang memicu kekhawatiran soal ketahanan mental tim.

Akhirnya, perpisahan terjadi secara tegas dan serempak, dengan waktu yang sebagian besar dipercepat oleh keputusan Maresca untuk absen dari sesi media usai laga kontra Bournemouth.

Chelsea kini bergerak cepat mencari pengganti. Manajer Strasbourg, Liam Rosenior, disebut sebagai kandidat terdepan. Sementara itu, Cesc Fabregas tidak masuk dalam daftar, dan Roberto De Zerbi telah dikesampingkan meski sempat ada pembicaraan pada musim panas 2024 sebelum kedatangan Maresca.

Exit mobile version