Thiago Jadi Solusi Lini Belakang Liverpool dengan Taktik Guardiola

Thiago Jadi Solusi Lini Belakang Liverpool dengan Taktik Guardiola

Gila Bola – Thiago berpeluang membantu Liverpool atasi krisis di lini belakang. Caranya?

The Reds saat ini tengah kehilangan Fabinho dan Virgil van Dijk yang sama-sama cedera. Pelatih Jurgen Klopp pun harus lakukan upaya kreatif dalam mencari solusinya.

Tak ada yang hentikan Liverpool musim lalu. Bahkan, meskipun kompetisi sempat dihentikan karena pandemi, situasi itu tak menghambat The Reds amankan gelar juara Liga Premier pertama mereka dalam 30 tahun terakhir.

Tapi, di musim ini, Klopp hadapi ujian berat yang bukan berasal dari tim lawan: cedera pemain. Masalah ini jadi kendala terbesar The Reds musim ini, karena mereka harus kehilangan sejumlah pemain kunci di lini belakang.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Saat Thiago baru tiba di Anfield, the Reds kehilangan Alisson Becker dan Jordan Henderson yang harus mendekam di ruang perawatan selama beberapa bulan. Hingga akhirnya, mereka kehilangan andalan di lini belakang, Virgil van Dijk, akibat cedera ACL yang memaksanya absen di sebagian besar musim ini.

Alih-alih bisa mengatasi masalah di lini belakang dengan mengaktifkan Fabinho sebagai pengganti Van Dijk, Liverpool malah kehilangan bek asal Brasil itu yang alami cedera hamstring saat mereka menggilas FC Midtjylland, 2-0, di Liga Champions.

Hal itu tentunya sangat disayangkan, karena masuknya Fabinho di tengah lini belakang telah memberi keseimbangan bagi the Reds saat mereka menang atas Ajax dan Sheffield United. Cederanya Fabinho pun sekali lagi menjadi pukulan keras bagi Klopp.

Usai beradaptasi dengan cedera yang dialami Van Dijk, Klopp kini harus beradaptasi lagi dengan absennya Fabinho. Pelatih asal Jerman itu harus munculkan strategi untuk imbangi absennya kedua pemain tersebut, masing-masing di pusat lini belakang dan di jantung lini tengah skuadnya.

Jadwal kompetisi yang makin padat, tentunya membuat Klopp tak punya waktu untuk berlama-lama mengasihani dirinya sendiri. Beruntung bagi pelatih 52 tahun itu, ia memiliki Thiago Alcantara di akan segera bugar setelah cedera dalam Derby Merseyside melawan Everton – lama yang sama di mana Van Dijk alami cedera serius.

Pemain internasional Spanyol ini bisa buktikan dirinya akan menjadi solusi bagi dua masalah tersebut, dan membantu Liverpool bermain dengan cara berbeda dalam atasi masalah mereka.

Mantan bintang Bayern Munchen ini telah menjadikan dirinya sebagai pengumpan bola paling produktif di Liverpool. Menurut Whoscored, ia rata-rata bisa sodorkan 80,5 operan per 90 menit sejauh musim ini.

Pemain berusia 29 tahun itu juga menjadi master umpan sejati dalam kondisi yang tak dialami Klopp sebelumnya. Thiago bisa mengendalikan permainan dari dalam, mendorong dan menarik rekan-rekan satu timnya di Liverpool bermain lebih tinggi di lapangan, dengan cara apapun yang disukainya.

Dia juga bisa memberi perlindungan kepada empat pemain belakang The Reds. Bukan dengan tekel dan interseps – walau rata-rata dia lakukan 1,5 interseps per 90 menit, tapi lewat penguasaan bolanya.

Ini merupakan metode yang dibuat Pep Guardiola yang pernah menjadikan Barcelona sebagai salah satu klub dengan lini pertahanan terkuat, walau lini belakang mereka cukup rentan. Dan, Thiago pun menjadi sosok pemain yang sempurna untuk berlakukan cara ini di Liverpool.

Caranya sangat sederhana – jika tim lawan tak menguasai bola, mereka tak bisa membahayakan Anda. Dengan absennya Van Dijk untuk waktu yang cukup lama musim ini, serta Fabinho dan Joel Matip yang juga cukup meragukan, strategi ini dipastikan bisa melindungi siapapun pemain yang turun di tengah lini pertahanan saat ketiga pemain itu absen.

Tentu saja, cara itu sudah lama sejak permainan ‘Tiki-Taka’ yang murni diterapkan di level teratas sepak bola Eropa. Guardiola terapkan cara penguasaan bola dengan segala cara, meskipun pada akhirnya tim lawan menemukan cara efektif dalam lakukan perlawanan. ‘Tiki-Taka’ yang hidup dalam permainan sepak bola papan atas saat ini, tetap harus diadaptasi dari waktu ke waktu.

Namun, seperti diungkapkan LiverpoolECHO, dipastikan ini bukan taktik jangka panjang bagi The Reds. Apalagi gaya gegenpressing yang diterapkan Klopp sudah bekerja sangat baik selama dua hingga tiga musim terakhir ini.

Namun, untuk menjembatani kesenjangan akibat kehilangan sejumlah pemain penting saat ini, cara itu kemungkinan bisa menjadi pilihan bagi Klopp, setidaknya sampai Van Dijk dan Fabinho bisa kembali beraksi.

Kedatangan Thiago dari Bayern Munchen pada musim panas lalu, berikan Liverpool sejumlah cara berbeda untuk bermain dan Klopp kemungkinan besar bisa memanfaatkannya. Ia memang bukan seorang bek, dan jauh dari pengganti langsung bagi Fabinho maupun Van Dijk, namun jebolan La Masia tersebut dipastikan bisa mengurangi dampak ketidakhadiran keduanya.