Thomas Tuchel Bicara dengan Tammy Abraham Soal Nasibnya di Chelsea, Hasilnya?

Gila Bola – Thomas Tuchel telah berbicara dengan Tammy Abraham mengenai nasib striker Chelsea itu yang menjadi tak jelas bersama manajemen baru.

Abraham saat ini akan memasuki tahun terakhir kontraknya di Stamford Bridge, di mana kedua belah pihak belum menyetujui kesepakatan baru.

Sementara pemain 23 tahun itu juga berharap dipanggil ke Timnas Inggris untuk Euro 2020 pada musim panas mendatang, meskipun peluangnya kini menjadi tak jelas setelah ia kekurangan waktu bermain sejak Tuchel menjadi pelatih Chelsea pada bulan Januari.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Klub London Barat itupun memburu Erling Haaland sebagai target utama mereka di bursa transfer mendatang, hingga masa depan Abraham kini menjadi lebih tak jelas lagi.

Meski demikian, Abraham akan kembali ke skuad Thomas Tuchel yang bertanding melawan Sheffield United di perempat-final Piala FA pada Minggu (21/3) malam – untuk pertama kalinya sejak ia menjadi pemain pengganti yang hanya mendekam di bangku cadangan di laga melawan Atletico Madrid bulan lalu.

Sementara itu cedera engkel menjadi salah satu penyebab absennya Abraham, di mana ia juga harus berjuang ekstra untuk fit dalam sistem yang diterapkan Tuchel – manajer yang secara konsisten lakukan rotasi pemain di lini serang skuadnya.

Kini, Tuchel menyatakan ia sudah lakukan pembicaraan dengan penyerangnya tersebut. “Kami sudah berbicara dan berusaha mendorongnya agar tidak menyerah, di samping agar dia menerima situasi ini dan tidak terlalu memikirkannya, serta kembali ke situasi di mana seorang striker tak boleh terlalu memikirkannya. Dia hanya perlu mengikuti arus situasi yang terjadi, jika tim menang tanpa dia, maka dia boleh saja sedikit merasa tersisih,” ujar Tuchel, seperti dilansir Standard Sport.

‚ÄúTapi, tidak seperti ini, di mana dia juga berharap bisa kembali sekarang, kembali ke skuad, benar-benar bebas dan ada beberapa pilihan sulit, dia tetap bagian dari tim ini,” tambahnya.

“Situasi ini barangkali sulit baginya, karena dia tak pernah merasa benar-benar bebas, tak pernah merasa benar-benar fit setelah mengalami tekel itu (di laga melawan Newcastle), jadi sulit baginya untuk benar-benar tampil sesuai level permainannya yang tinggi, di mana anda butuh tampil bagus dalam latihan untuk meyakinkan pelatih agar memilihnya dan meninggalkan pemain lain,” tegas Thomas Tuchel yang sebelumnya mengasuh PSG itu.

“Saat kami harus menyisihkannya, kami keputusan kuat, kami punya opsi lain di bangku cadangan,” tambahnya.

Tuchel sendiri masih harus berjuang untuk temukan keseimbangan di lini serangnya, tapi Abraham paling alami kesulitan dalam beradaptasi dengan lini depan. Sementara Kai Havertz, menjadi pemain yang paling bisa diandalkan untuk bermain sebagai false nine atau penyerang tengah yang ortodoks.