Thomas Tuchel : Chelsea Main Penuh Keberanian, Pantas Menang Atas Liverpool

Gila Bola – Chelsea besutan Thomas Tuchel terus mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di semua kompetisi dengan terbaru mereka berhasil mengalahkan juara bertahan Premier League Liverpool 0-1 di Anfield pada Jumat (5/3) dini hari WIB.

Thomas Tuchel mengaku sangat gembira dengan permainan berani skuad asuhannya kendati menghadapi pasukan Jurgen Klopp di kandangnya, menyebut bahwa Chelsea pantas meraih kemenangan atas tuan rumah Liverpool dalam pertemuan Premier League pekan ke-27 mereka.

The Blues tampil sangat rapi tapi berbahaya di Merseyside, tak mengizinkan tuan rumah mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama paruh pertama, sementara gol Timo Werner yang dianulir karena offside pada tangannya akhirnya terbalaskan berkat gol yang mengesankan dari Mason Mount.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Permainan tak banyak berubah sepanjang babak kedua, dengan Chelsea menunjukkan keberanian melawan Liverpool di kandangnya, melepaskan 11 tembakan dan 5 tepat sasaran sepanjang laga, sementara tuan rumah baru akhirnya sanggup mencatatkan satu upaya tepat sasaran sekitar menit ke-85 melalui tandukan Gini Wijnaldum.

Manajer Thomas Tuchel, yang tak terkalahkan dalam 10 pertandingan bersama The Blues di semua kompetisi, senang dengan keberanian yang ditunjukkan para pemainnya melawan Liverpool dan senang dengan hasil akhir, tetapi menegaskan bahwa mereka tidak punya waktu untuk merayakannya karena perebutan kualifikasi Liga Champions terus memanas.

Mantan bos PSG itu mengatakan kepada Sky Sports pasca pertandingan, “Kami bermain dengan keberanian, memiliki momen yang sangat baik dengan bola, mengalami saat-saat yang kami butuhkan untuk menderita, tidak pernah kehilangan sikap dan keinginan dan ini kemenangan yang pantas kami dapatkan dengan kinerja yang besar.”

“Ini adalah pertandingan yang berharga enam poin karena rival empat besar kami lainnya kalah. Perlombaan sudah dimulai, masih ada 11 pertandingan lagi. Kami melangkah selangkah demi selangkah. Kami tidak pernah bisa beristirahat dan tidak pernah merayakannya, tidak ada waktu.”