Thomas Tuchel Malah Merasa Sakit Usai Hattrick Kalahkan Pep Guardiola, Ini Alasannya

Gilabola.com – Bukan kepuasaan dan kebanggaan yang besar, tapi manajer Chelsea Thomas Tuchel justru akan merasa tersakiti karena telah mengalahkan bos Manchester City Pep Guardiola tiga kali beruntun musim lalu.

Itu menurut Christian Heidel, direktur olahraga Mainz, yang mengatakan bahwa juru taktik Chelsea Thomas Tuchel hanya akan merasakan sedikit kepuasan atas kemenangan hattricknya kontra Pep Guardiola, karena taktisi Manchester City itu merupakan idola dan inspirasinya dalam karir manajerialnya.

Pelatih Catalan telah dianggap sebagai pelatih terbaik di Premier League dalam beberapa musim terakhir, tapi kedatangan manajer Jerman ke Stamford Bridge pada Januari 2021 lalu telah memberikan mimpi buruk pada eks bos Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pep Guardiola kalah beruntun di tiga pertemuannya melawan Thomas Tuchel, kalah 1-0 di semifinal Piala FA, takluk 1-2 di Premier League, dan tentu saja yang paling menyakitkan adalah kekalahan 0-1 di final Liga Champions.

Fakta menariknya adalah bahwa selama keduanya masih sama-sama di Bundesliga, bos bos Catalan sebenarnya berharap bahwa taktisi Jerman, yang kala itu membesut Borussia Dortmund, akan menjadi sosok yang menggantikannya di kursi manajerial Bayern Munchen.

Kini menurut direktur olahraga Mainz Christian Heidel, Pep Guardiola adalah mentor kepelatihan bagi Thomas Tuchel dan untuk itulah mengapa kemenangan hattrick sang juru taktik Chelsea atas pelatih Manchester City di musim lalu justru malah menyakitinya.

Dia mengatakan kepada Goal dan Spox, “Saya berasumsi bahwa dia tidak merasakan kepuasan atau rasa kemenangan ketika dia menang melawan Pep. Untuk semua kegembiraan yang dia rasakan tentang kesuksesannya sendiri, itu mungkin hampir menyakitinya karena dia sangat menghargai dia.”

“Pep adalah mentornya, dia benar-benar banyak belajar dari Pep Guardiola. Jadi saya sangat yakin dia masih berpikir dia yang terbaik di planet ini dan sangat berterima kasih kepadanya karena dia belajar banyak darinya.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO