Thomas Tuchel Raup Untung dari Masalah Frank Lampard di Chelsea

Gilabola.com – Thomas Tuchel bisa raup keuntungan dari masalah yang dialami Frank Lampard di Chelsea.

Aksi yang dilancarkan The Blues di bursa transfer musim panas tahun lalu, telah membuat klub London Barat itu menjadi tim dengan skuad utama terkuat di Liga Premier. Sayangnya, mereka belum meraih kembali kejayaan dengan kekuatan tim yang mereka miliki saat ini.

Chelsea sudah habiskan banyak dana untuk datangkan para pemain top tahun lalu, di antaranya Kai Havertz, Timo Werner dan Hakim Ziyech. Sementara mereka tak bisa mengeluarkan para pemain pinggiran dan mereka yang tak masuk dalam rencana Lampard di klub yang pernah dibelanya sebagai pemain itu.

Advertisement
PSG188
PSG188
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Akibatnya, Chelsea harus menerima kenyataan bahwa mereka sudah menimbun pemain, hingga skuad mereka pun semakin gemuk di akhir bursa transfer musim panas. Saat itu Lampard memiliki lima bek tengah untuk dua posisi, tiga bek kiri dan begitu banyak pemain tengah. Apalagi Mason Mount dan Havertz kerapkali dimainkan sebagai nomor delapan.

Sebelum kedatangan Thomas Tuchel, Lampard tak pernah mudah untuk membuat semua pemainnya terlibat secara teratur dalam setiap pertandingan. Jadi, berlebihannya jumlah pemain di Stamford Bridge cukup terbukti.

Antonio Rudiger, lalu Fikayo Tomori, sudah seringkali dicadangkan Lampard. Bahkan Marcos Alonso hanya mendekam di bangku cadangan di sepanjang laga melawan West Bromwich yang menyedihkan di bulan September.

Di samping itu, Jorginho juga jarang dimainkan di Liga Premier selama pekan-pekan terakhir kepemimpinan Lampard di London Barat. Lalu Callum Hudson-Odoi juga tak bisa beranjak dari predikatnya sebagai pemain cadangan – di bawah asuhan Lampard. Sementara Lampard juga sering dipertanyakan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, terkait waktu bermain yang ia berikan pada striker veteran andalan Les Bleus, Olivier Giroud.

Rentetan masalah ini tentunya diungkapkan bukan untuk mengkritik Lampard. Football.London mengungkapkan, mereka hanya soroti kenyataan yang dihadapi pelatih 42 tahun itu selama ia menjadi pelatih The Blues. Apalagi, jika para pemain seperti Rudiger, Jorginho dan Hudson-Odoi menjadi starter di setiap pertandingan, maka akan ada pemain lain yang beralih menjadi pemain pinggiran.

Skuad Chelsea yang kini diasuh Thomas Tuchel saat ini cukup gemuk, di mana mereka memiliki 23 pemain senior, dan masalah ini bukanlah alasan kejatuhan Lampard di klub itu. Meskipun tak diragukan lagi, hal itu menjadi faktor mengapa ada yang salah.

Seiring berubahnya kehidupan di klub yang kini berada di peringkat enam itu, apa yang tadinya menjadi masalah bagi Lampard, juga berpeluang besar menjadi manfaat besar bagi Tuchel di sisa musim ini.

Kedatangan pelatih asal Jerman itu malah membuka kesempatan bermain bagi seluruh pemain tim utama. Mantan pelatih PSG itu mengaku tak tertarik pada apa yang terjadi sebelum kedatangannya, dan dia hanya akan fokus pada apa yang bisa dilakukan pemainnya di masa depan.

Di laga perdananya melawan Wolves, pelatih 47 tahun itu berikan kepercayaan penuh kepada beberapa pemain yang tak pernah menjadi pemain tetap selama Lampard mengasuh klub tersebut.

Tiba-tiba Thomas Tuchel mainkan Cesar Azpilicueta sebagai starter (lagi), begitu juga dengan Rudiger. Lalu, pelatih itu mengembalikan Jorginho ke lini tengah bersama Mateo Kovacic dan Hudson-Odoi menjadi starter di posisi bek sayap.

Chelsea terasa lebih segar, setidaknya dalam konteks musim ini, walau saat itu mereka tidak menang dan hanya kantongi satu poin sebagai hasil dari laga imbang 0-0. Lalu, Tuchel tetap berikan kepercayaannya kepada empat pemain tersebut sejak saat itu. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu juga mengembalikan Alonso ke sisi sayap, di mana pemain internasional Spanyol itu kembali mencetak gol di laga melawan Burnley.

Masuknya Alonso dinilai Tuchel sangat penting bagi timnya. Ia ingin The Blues berikan tekanan tinggi di lapangan, di samping bisa mengirim bola dengan cepat, menyerang dengan segenap energi dan intensitas. Kondisi tersebut tak mudah dilakukan The Blues di semua kompetisi musim ini.

AHABET
AHABET
INDOTOGEL
INDOTOGEL