HomeLiga InggrisTiga Masalah Besar Liverpool yang Harus Segera...

Tiga Masalah Besar Liverpool yang Harus Segera Dipecahkan Andoni Iraola

Liverpool mengawali musim tanpa kekalahan, tetapi hasil positif itu belum mampu menutupi persoalan yang terlihat di dalam skuad. Andoni Iraola kini menghadapi pekerjaan rumah cukup besar setelah The Reds melakukan perubahan besar di bursa transfer, sekaligus kehilangan sejumlah pemain berpengalaman.

Pergantian Richard Hughes yang meninggalkan jabatan sporting director untuk bergabung dengan Al-Hilal menjadi penanda lain dari perubahan besar di Anfield. Hughes sebelumnya berperan penting dalam kedatangan Arne Slot setelah era Jurgen Klopp berakhir, sebelum Liverpool kemudian menjuarai Premier League pada musim pertama Slot.

Kini tugas berat itu berada di tangan Iraola. Liverpool masih punya kualitas luar biasa di tim utama, tetapi kedalaman skuad mereka terlihat jauh lebih rapuh dibandingkan kesan yang muncul dari besarnya uang yang dikeluarkan.

Kehilangan Keseimbangan Usai Belanja Besar

Liverpool mendatangkan Jeremy Jacquet, Victor Munoz, Ronald Araujo dengan status pinjaman dan Bradley Barcola pada musim panas. Keempat pemain tersebut menghabiskan total £217,5 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, memperlihatkan betapa agresifnya klub bergerak pada era Iraola.

Barcola menjadi nama yang paling mencuri perhatian. Penyerang asal Prancis itu datang dari Paris Saint-Germain dengan dua gelar Liga Champions dan memberikan Iraola opsi tambahan di lini depan. Kecepatan, kemampuan bermain di beberapa posisi serta gaya bermain yang agresif membuatnya cocok dengan pendekatan yang selama ini menjadi ciri khas sang pelatih.

Liverpool juga sudah memiliki Alexander Isak, Florian Wirtz, Cody Gakpo dan Munoz. Secara kualitas, barisan tersebut terlihat sangat menjanjikan.

Masalahnya muncul ketika melihat pemain yang pergi.

Mohamed Salah, Andy Robertson dan Ibrahima Konate meninggalkan klub sebagai pemain bebas transfer. Curtis Jones juga dilepas ke Inter Milan dengan nilai £30 juta atau sekitar Rp660 miliar. Liverpool bahkan menolak tawaran £80 juta atau sekitar Rp1,76 triliun dari Manchester City untuk Gakpo karena tidak menemukan pengganti yang dianggap sesuai.

Keputusan mempertahankan Gakpo bisa dipahami, tetapi situasi itu sekaligus memperlihatkan betapa tipisnya ruang gerak Iraola ketika salah satu bagian skuad mengalami masalah.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

Liverpool tidak kekurangan pemain berkualitas. Yang menjadi persoalan adalah distribusinya.

Tiga Masalah Utama Liverpool

Posisi Bek Kanan Masih Rawan

Masalah pertama yang cukup jelas berada di sektor bek kanan. Jeremie Frimpong belum memberikan dampak seperti yang diharapkan dalam dua pertandingan awal sehingga Iraola memilih tidak menurunkannya sebagai starter pada laga terbaru.

Ronald Araujo kemudian digeser ke posisi tersebut.

Keputusan itu menunjukkan Iraola sudah menyadari adanya persoalan di sisi kanan pertahanan. Apalagi Conor Bradley belum kembali, kebugaran Joe Gomez masih menjadi tanda tanya dan Giovanni Leoni harus dikelola secara hati-hati setelah absen sepanjang musim lalu karena cedera ACL.

Araujo memang bisa menjadi solusi sementara. Liverpool bahkan memiliki opsi mempermanenkan pemain Barcelona tersebut musim panas mendatang dengan harga £47 juta atau sekitar Rp1,03 triliun.

Namun, statusnya tetap lebih terlihat sebagai jalan keluar jangka pendek.

Iraola juga bisa menggunakan Dominik Szoboszlai di posisi bek kanan. Gelandang asal Hungaria itu memiliki kecerdasan bermain, kesadaran posisi dan kemampuan menjangkau area yang luas. Tetapi konsekuensinya cukup besar karena Liverpool akan kehilangan energi, daya jelajah dan kemampuan Szoboszlai dalam mendorong permainan dari lini tengah.

Kembalinya Bradley nantinya akan membantu. Hanya saja, Liverpool juga tidak bisa begitu saja menganggap pemain berusia 22 tahun itu akan tersedia setiap pekan mengingat riwayat cederanya.

Untuk saat ini, posisi bek kanan Liverpool masih seperti susunan kartu yang mudah goyah. Satu cedera saja bisa memaksa Iraola kembali mengubah komposisinya.

Lini Tengah Liverpool Terlalu Tipis

Kepergian Curtis Jones juga meninggalkan persoalan yang tidak kalah rumit. Iraola sendiri mengakui dirinya tidak ingin sang gelandang pergi, tetapi Jones memilih mencari lembaran baru dalam kariernya dan akhirnya bergabung dengan Inter Milan.

Liverpool sempat dikaitkan dengan Lamine Camara dan kemungkinan kembali mengejar gelandang Monaco tersebut pada Januari. Untuk sekarang, Iraola harus mengandalkan pemain yang tersedia.

Wataru Endo masih berada di klub, tetapi namanya tidak masuk skuad Liverpool untuk Liga Champions. Situasi tersebut menjadi petunjuk kuat bahwa gelandang Jepang itu bukan bagian penting dari rencana Iraola.

Ryan Gravenberch juga belum sepenuhnya meyakinkan sebagai solusi jangka panjang di posisi nomor enam. Eksperimen tersebut sebelumnya memang sempat berjalan baik di bawah Slot, tetapi konsistensinya hanya bertahan sekitar lima bulan.

Alexis Mac Allister tetap bisa memegang peranan penting, meski masa depannya dalam jangka panjang juga dipertanyakan. Szoboszlai kembali menjadi pemain yang mungkin harus dikorbankan posisinya demi menutup lubang di tempat lain.

Kondisi itu membuat Trey Nyoni mendapat tanggung jawab yang cukup besar.

Gelandang akademi Liverpool tersebut tampil menjanjikan selama pramusim dan terlihat tenang ketika mendapatkan kesempatan sebagai pemain pengganti. Secara teknik, Nyoni menunjukkan kualitas yang membuatnya layak diperhitungkan.

Tetapi memainkan beberapa menit sebagai pemain pengganti jelas berbeda dengan mengontrol permainan selama 90 menit ketika tekanan sedang tinggi.

Liverpool akan segera mengetahui apakah Nyoni sudah cukup matang, fokus dan kuat secara fisik untuk mendapat beban lebih besar. Yang pasti, kehilangan Jones membuat pilihan Iraola di lini tengah semakin terbatas.

Pengganti Salah Belum Ditemukan

Ada satu persoalan lain yang lebih sulit dicari jalan keluarnya: siapa yang benar-benar bisa menggantikan Mohamed Salah?

Mencari pemain dengan kemampuan mencetak gol, menciptakan peluang, tampil konsisten dan bertahan dalam jadwal padat seperti Salah bukan pekerjaan sederhana. Michael Olise mungkin menjadi pemain yang paling mendekati profil tersebut, tetapi sang pemain sudah berada di Bayern Munich.

Liverpool akhirnya memiliki situasi yang agak unik. Gakpo, Barcola, Munoz dan Rio Ngumoha lebih nyaman beroperasi dari sisi kiri.

Artinya, Iraola punya banyak pemain sayap, tetapi tidak otomatis memiliki pemain yang benar-benar natural untuk mengambil alih sisi kanan yang ditinggalkan Salah.

Munoz sudah menunjukkan tanda-tanda positif ketika dimainkan di kanan. Barcola dan Gakpo juga bisa menjalankan tugas tersebut. Frimpong bahkan dapat didorong lebih tinggi jika Iraola ingin memanfaatkan kecepatan dan naluri menyerangnya.

Jumlah opsi memang banyak. Namun, jumlah pemain yang bisa mengisi sebuah posisi tidak selalu berarti klub memiliki solusi ideal untuk posisi tersebut.

Yankuba Minteh bisa kembali masuk pertimbangan pada Januari. Liverpool juga dapat menunggu hingga musim panas berikutnya untuk mengejar Olise apabila situasinya berubah.

Federico Chiesa pun menghadapi situasi yang tidak mudah. Kepercayaan Iraola kepadanya tampaknya belum berada pada level yang diharapkan, sehingga masa depannya di Anfield bisa saja tidak panjang jika Liverpool memilih memberi ruang bagi tambahan pemain menyerang.

Di atas kertas, lini sayap Liverpool terlihat penuh. Setelah diperhatikan lebih dalam, justru keseimbangannya yang menjadi persoalan.

Iraola Harus Maksimalkan Pemain Yang Ada

Tidak semua persoalan Liverpool bisa diselesaikan dengan mendatangkan pemain baru. Jika setiap kelemahan terus ditunda sampai bursa transfer berikutnya, tekanan kepada Iraola justru akan semakin besar.

Di sinilah kemampuan sang pelatih akan diuji.

Iraola dikenal sebagai pelatih yang mampu meningkatkan performa pemain melalui latihan, kejelasan taktik dan pendekatan sepak bola agresif. Dengan kondisi skuad saat ini, mungkin pekerjaan terbesarnya bukan mencari terlalu banyak pemain baru, melainkan mengeluarkan kemampuan maksimal dari pemain yang sudah berada di ruang ganti.

Kembalinya Bradley, Leoni dan Hugo Ekitike dari absensi masing-masing juga bisa memberikan tambahan tenaga. Ketiganya hampir seperti rekrutan baru di tengah musim dan berpotensi mengurangi tekanan yang muncul akibat kedalaman skuad.

Kehadiran mereka tentu tidak akan menghapus seluruh masalah. Setidaknya Iraola akan memiliki lebih banyak pilihan ketika jadwal mulai padat.

Sebab, kualitas pemain Liverpool sebenarnya tidak perlu diragukan. Virgil van Dijk, Alisson, Mac Allister, Szoboszlai, Ekitike, Isak, Wirtz dan Barcola adalah nama-nama yang membuat Liverpool tetap pantas memasang target tinggi.

Persoalannya justru ada pada celah di antara nama-nama besar tersebut.

BERITA TERKAIT

Hadi Bashori
Hadi Bashorihttps://gilabola.com/author/hadi-bashori/
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia sepak bola, berpengalaman menulis di berbagai media nasional dan regional sebelum akhirnya menjadi jurnalis tetap di Gilabola.com. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Dengan keahliannya dalam mengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif melalui buku-buku karyanya.

TERKINI