Tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat tidak berakhir sesuai harapan. Setelah sempat meraih dua kemenangan, The Reds justru menutup rangkaian laga dengan kekalahan dari Leeds. Hasil itu sekaligus memperlihatkan bahwa pekerjaan Andoni Iraola sebagai pelatih baru masih jauh dari selesai.
Pramusim sejauh ini memang belum memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan Liverpool. Sejumlah pemain senior masih menjalani masa istirahat usai Piala Dunia 2026 sehingga Iraola belum bisa menurunkan skuad terbaiknya. Meski begitu, laga melawan Leeds tetap menjadi bahan evaluasi penting sebelum musim baru dimulai.
Pertahanan Masih Menjadi Titik Lemah
Salah satu sorotan terbesar datang dari lini belakang. Liverpool kembali terlihat mudah ditembus dan memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang.
Situasi itu sebenarnya masih dipengaruhi absennya bek-bek utama. Iraola belum memiliki kesempatan memainkan Virgil van Dijk di pramusim, sementara Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni juga baru akan menambah pilihan di sektor pertahanan.
Di sisi lain, rangkaian pramusim juga memperlihatkan bagaimana kualitas pelapis Liverpool ketika harus mengisi lini belakang. Jika badai cedera kembali datang sepanjang musim nanti, kedalaman skuad di sektor ini masih menyisakan tanda tanya.
Terlepas dari aktivitas transfer klub, Iraola dituntut menemukan solusi dengan pemain yang tersedia agar pertahanan Liverpool tampil lebih rapat dan tidak lagi terlalu mudah ditembus.
Komposisi Lini Tengah Belum Menemukan Formula
Pekerjaan lain menunggu Iraola di sektor tengah. Musim lalu, Liverpool dinilai gagal menemukan keseimbangan permainan karena kurangnya energi, intensitas, dan kualitas pada momen-momen penting.
Dalam pertandingan melawan Leeds, Iraola memulai laga dengan memasang Dominik Szoboszlai dan Trey Nyoni sebagai duet gelandang bertahan. Kombinasi itu sempat menunjukkan karakter yang sesuai dengan gaya permainan sang pelatih, terutama saat melakukan tekanan kepada lawan.
Namun keadaan berubah setelah Ryan Gravenberch dan Curtis Jones masuk pada babak kedua. Liverpool kehilangan kendali permainan, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan.
Ryan Gravenberch memang baru menjalani 45 menit pertamanya setelah kembali dari Piala Dunia, tetapi penampilannya tetap memunculkan pertanyaan mengenai perannya dalam skema Iraola.
Persaingan di lini tengah dipastikan semakin ketat ketika Alexis Mac Allister kembali bergabung pekan depan. Iraola kini harus menentukan kombinasi terbaik agar sistem permainannya bisa berjalan maksimal.
Bola Mati Masih Menghantui Liverpool
Masalah lama Liverpool ternyata belum sepenuhnya hilang.
Musim lalu, tim ini kebobolan 20 gol dari situasi bola mati di Liga Inggris, jumlah terbanyak dibanding klub lain. Catatan tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut membebani Arne Slot hingga akhirnya kehilangan pekerjaannya.
Lawan Leeds, kelemahan itu kembali terlihat. Liverpool kebobolan dua kali melalui lemparan ke dalam jarak jauh. Seusai pertandingan, Dominik Szoboszlai juga mengakui bahwa timnya masih menghadapi tantangan besar saat mengantisipasi situasi tersebut.
Kembalinya Virgil van Dijk serta hadirnya Jeremy Jacquet memang berpotensi memperkuat pertahanan udara Liverpool. Namun masalah ini tampaknya tidak hanya berkaitan dengan kualitas individu pemain belakang, melainkan juga organisasi tim secara keseluruhan ketika menghadapi bola mati.
Jika persoalan itu tidak segera dibenahi, Liverpool berisiko kembali kehilangan poin dari situasi yang sebenarnya bisa dihindari.

