
Gilabola.com – Benjamin Sesko kembali tampil mengecewakan saat Manchester United ditahan imbang Leeds United di laga lanjutan Premier League pada Minggu (4/1) malam WIB dan reaksi beberapa rekan setimnya di lapangan menunjukkan masalah klub.
The Red Devils sekali lagi melewatkan kesempatan untuk bisa menembus empat besar klasemen usai hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan The Whites di Elland Road.
Tampil dengan skuad compang-camping, pasukan Ruben Amorim bahkan sempat tertinggal lebih dulu melalui sepakan mendatar Brenden Aaronson usai mengalahkan adu lari dengan Ayden Heaven.
Namun tak butuh waktu lama bagi Manchester United untuk membalas. Sebuah umpan cerdik dari pemain pengganti, Joshua Zirkzee, berhasil menemui Matheus Cunha untuk menyamakan skor menit ke-65.
Di laga ini, United sebenarnya tampil lebih dominan dengan 56 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tembakan, sayangnya hanya dua yang tepat sasaran dan menghasilkan satu gol.
Benjamin Sesko menjadi pemain yang paling disorot dari kurangnya ketajaman Manchester United di depan gawang. Striker timnas Slovenia itu beberapa kali gagal memaksimalkan peluang yang didapatkannya.
Momen yang paling disorot adalah ketika Sesko membuang peluang emas di depan gawang. Zirkzee lebih dulu memberikan umpan matang ke kotak penalti setelah kerja sama apik dengan Cunha, tetapi tembakan Sesko melebar.
Reaksi tiga pemain langsung terlihat. Cunha, Luke Shaw, dan Casemiro spontan memegang kepala masing-masing. Bahasa tubuh itu menggambarkan rasa frustrasi mereka karena itu seharusnya menjadi peluang yang bisa mengantar United meraih kemenangan.
Sesko memang tampak kurang percaya diri setelah awal sulit di Manchester United, kerap mudah kehilangan bola dan tidak cukup mantap ketika mengeksekusi peluang di depan gawang.
Masalah lain juga muncul dari bahasa tubuh Zirkzee. Sebelum masuk, dia terlihat mengenakan jaket tebal di bangku cadangan saat pemanasan, berbeda dengan pemain muda akademi yang hanya memakai sweatshirt.
Di tengah dinginnya Yorkshire, ekspresi tersebut itu mencerminkan kegundahan pemain yang jarang dimainkan, saat Ruben Amorim lebih memilih menempatkan Patrick Dorgu sebagai penyerang kedua bersama Cunha.
Zirkzee tampaknya kurang disukai Amorim karena kurangnya daya jelajah, dengan dia bahkan ditarik keluar di awal babak pertama selama laga imbang melawan Wolves, meski dia yang mencetak gol tunggal United saat itu.
Pendapat Kami
Sesko memang tampil buruk di paruh pertama musim ini, namun kualitasnya jelas ada. Rekan-rekan setimnya seharusnya lebih mendukung agar striker muda itu tidak terbebani dengan ekspektasi tinggi di musim pertamanya di United, tapi justru membantunya untuk menemukan kembali kepercayaan dirinya dan insting golnya seperti yang ditunjukkannya selama waktunya di RB Leipzig.
