
Persaingan di papan bawah Premier League musim ini menghadirkan cerita yang jarang terjadi. Bukan hanya klub-klub kecil yang berjuang menghindari degradasi, tetapi juga nama besar seperti Tottenham Hotspur yang kini terseret dalam pertarungan sengit bersama West Ham United dan Nottingham Forest.
Ketiga tim tersebut kini berada dalam situasi yang sangat berbahaya, dengan jarak poin yang begitu tipis menjelang fase krusial musim. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah mereka akan berjuang, melainkan siapa yang mampu bertahan dan siapa yang akan terjatuh ke Championship.
Memasuki awal Maret, tekanan semakin terasa karena setiap kesalahan bisa menjadi penentu nasib di akhir musim.
Tottenham Tertekan Setelah Awal Buruk Tahun 2026
Tottenham saat ini berada di posisi ke-16 klasemen dengan koleksi 29 poin, hanya terpaut satu angka dari zona degradasi. Situasi itu semakin memprihatinkan setelah kekalahan 1-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri.
Kondisi Spurs semakin rumit karena mereka belum meraih kemenangan domestik sepanjang tahun 2026. Pelatih baru Igor Tudor bahkan harus menelan tiga kekalahan dalam tiga pertandingan liga pertamanya.
Jadwal pertandingan yang menanti juga tidak memberikan banyak ruang bernapas. Tottenham harus menghadapi:
- Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions
- Liverpool dalam laga tandang Premier League
- Pertandingan penting melawan Nottingham Forest
Kombinasi antara tekanan di kompetisi Eropa dan liga domestik membuat Spurs terlihat kesulitan menjaga stabilitas permainan. Tim ini tampak mudah kehilangan kontrol emosi dan terlalu sering terjebak dalam situasi kacau, seperti yang terjadi saat kartu merah Micky van de Ven mengubah jalannya laga melawan Palace.
Yang mungkin paling sulit bagi Tottenham adalah aspek mental. Klub yang terbiasa mengejar target besar kini harus beradaptasi dengan “sepak bola bertahan hidup”, di mana poin sekecil apa pun jauh lebih penting daripada gaya bermain indah.
Nottingham Forest Menunjukkan Tanda Ketahanan
Berbeda dengan Spurs, Nottingham Forest justru mendapatkan dorongan moral penting setelah bermain imbang 2-2 melawan Manchester City di Etihad Stadium.
Dalam pertandingan itu, Forest dua kali tertinggal tetapi mampu bangkit untuk mengamankan satu poin berharga. Hasil tersebut bukan hanya penting secara matematis, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka masih memiliki daya juang tinggi.
Saat ini Forest berada di posisi ke-17 dengan 28 poin, hanya terpaut satu angka dari Tottenham.
Jadwal mereka dalam waktu dekat juga membuka peluang untuk meraih poin:
- Fulham (kandang)
- Tottenham (tandang)
- Aston Villa (kandang)
Meski masih harus menghadapi tim kuat seperti Chelsea dan Manchester United di kemudian hari, Forest memiliki beberapa pertandingan yang secara realistis bisa dimenangkan.
Salah satu keunggulan Forest dibanding rivalnya adalah kemampuan bermain pragmatis. Saat menghadapi Manchester City, mereka hanya menguasai 30,1% penguasaan bola dan mencatat sembilan tembakan, namun tetap pulang dengan satu poin.
Pendekatan realistis seperti itu sering kali menjadi kunci bagi tim yang sedang berjuang di zona degradasi.
West Ham Mulai Bangkit Bersama Nuno
Sementara itu, West Ham United juga mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Gol Crysencio Summerville membawa mereka meraih kemenangan penting 1-0 atas Fulham, hasil yang membuat persaingan di papan bawah semakin ketat.
West Ham kini mengoleksi 28 poin, sama dengan Nottingham Forest dan hanya satu poin di belakang Tottenham.
Perubahan performa West Ham terlihat jelas dalam beberapa pekan terakhir. Setelah hanya memenangkan tiga dari 21 pertandingan awal musim, mereka kini berhasil meraih:
- 4 kemenangan
- 2 hasil imbang
- 2 kekalahan
dari delapan pertandingan terakhir Premier League.
Performa tersebut menunjukkan bahwa pelatih Nuno Espirito Santo mulai berhasil memberikan struktur permainan dan kepercayaan diri bagi timnya.
Namun perjalanan mereka masih berat. Setelah laga FA Cup melawan Brentford, West Ham harus menghadapi Manchester City dan Aston Villa di liga.
Meski begitu, dibandingkan Tottenham, West Ham tampak lebih siap secara mental menghadapi tekanan.
Prediksi: Siapa yang Paling Berisiko Terdegradasi?
Jika melihat situasi saat ini, Tottenham justru terlihat sebagai tim yang paling rentan di antara ketiga klub tersebut.
Bukan karena jarak poin mereka jauh, tetapi karena:
- Spurs hanya unggul satu poin dari zona degradasi
- Mereka belum menang di kompetisi domestik sepanjang 2026
- Igor Tudor kalah dalam tiga laga liga pertamanya
- Jadwal berat menghadapi Atletico Madrid, Liverpool, dan Nottingham Forest
Sementara itu, West Ham mulai menemukan momentum positif, dan Nottingham Forest tampak lebih nyaman bermain dalam situasi penuh tekanan seperti ini.
Jika tren saat ini berlanjut, urutan tim yang paling berisiko terdegradasi bisa saja menjadi:
- Tottenham Hotspur
- West Ham United
- Nottingham Forest
Namun dengan sisa musim yang masih panjang dan jarak poin yang sangat tipis, satu kemenangan atau satu kekalahan saja bisa mengubah seluruh peta persaingan di papan bawah Premier League.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!