Timo Werner Penyerang Terbaik di Eropa, Chelsea Salah Cara Memainkannya

Gilabola.com – Timo Werner datang dengan reputasi tinggi selama waktunya di RB Leipzig, membuatnya berhasil mencetak 95 gol dan 40 assist selama 159 penampilan untuk klub lamanya, tapi dia kini mengalami degradasi ketajaman di klub barunya Chelsea.

Menurut Ralph Hasenhuttl, penyerang Jerman Timo Werner merupakan salah satu penyerang terbaik di Eropa dan penurunan produktivitas serta performanya di Stamford Bridge musim ini karena Chelsea yang sering memainkannya di posisi yang salah dan tidak tahu cara mengeluarkan yang terbaik darinya.

Frank Lampard berinvestasi besar selama jendela transfer musim panas 2020, menghabiskan total anggaran mencapai 4,3 Trilyun rupiah untuk membawa enam muka baru ke skuadnya saat ini, salah satu di antaranya adalah pengeluaran sebanyak 905 Milyar rupiah untuk penyerang berusia 24 tahun milik RB Leipzig.

Advertisement
K9Win
K9Win

Sayangnya performa Timo Werner masih jauh dari ekspektasi selama waktunya di Chelsea, baru mencetak empat gol dari 18 penampilan di Liga Inggris, bahkan saat ini sudah menjalani 10 pertandingan secara beruntun di Premier League tanpa mencetak gol, membuat kualitasnya mulai banyak dipertanyakan.

Tapi menurut bos Southampton Ralph Hasenhuttl, itu bukan salah penyerang Jerman dengan 35 caps dan 15 gol tersebut untuk belum menemukan performa dan ketajamannya di Stamford Brige, melainkan salah Chelsea yang kerap memainkannya di luar posisi aslinya.

Sekedar catatan, selama musim terakhirnya di RB Leipzig, Timo Werner bermain sebagai penyerang sentral dalam 38 dari 45 penampilannya, hanya 5 kali sebagai penyerang kiri dan dua kali sebagai second striker. Meski pada umumnya ketika bermain sebagai penyerang sentral, dia bermain dalam formasi dua striker bersama Yussuf Poulsen dalam formasi 4-4-2 atau 3-5-2.

Sedangkan di Chelsea, Frank Lampard kebanyakan memainkan penyerang 24 tahun itu sebagai penyerang kiri (15 kali), 10 kali sebagai penyerang tengah, dan sekali sebagai penyerang kanan. Umumnya bos 42 tahun itu bermain dengan formasi 4-3-3. Sementara Tony Cascarino pernah menilai bahwa karakter Timo Werner seperti Michael Owen, yang tidak bisa bermain sebagai striker sentral tunggal, tapi butuh pemain seperti Emile Heskey agar kemampuan mencetak golnya maksimal. Ini seperti peran Yussuf Poulsen di Leipzig.

Pelatih Southampton saat ini Ralph Hasenhuttl, yang pernah melatih Timo Werner di Leipzig, mengatakan kepada wartawan, “Saya sangat mengenal Timo dan saya telah melihatnya dalam situasi di mana dia tidak bermain bagus. Umumnya itu karena permainan itu tidak cocok untuknya. Tim tidak bermain dengan cara di mana dia bisa memberikan yang terbaik di lapangan.”

“Dia jelas pemain di mana Anda harus menyesuaikan permainan Anda dengannya. Jika Anda melakukan ini, dia akan memberi Anda semua yang Anda butuhkan dari seorang striker. Hal yang baik untuknya di Leipzig adalah kami berkonsentrasi penuh pada kualitasnya. Transisi cepat kami setelah memenangkan bola, itu sempurna untuk permainan kami.”

Sementara soal Timo Werner yang kerap dimainkan melebar oleh Frank Lampard di Chelsea, Ralph Hasenhuttl menambahkan, “Anda benar-benar perlu membawanya ke posisi terbaiknya sehingga dia dapat membawa kekuatannya di lapangan. Bagi saya, dia adalah salah satu penyerang terbaik di Eropa.”