Tolak Pertukaran Pemain, Tottenham Hanya Mau Uang Tunai 3 Trilyun Untuk Harry Kane

Gilabola.com – Manchester City dan Manchester United telah banyak dikaitkan dengan minat transfer pada Harry Kane di musim panas ini, tapi keduanya diperingatkan Tottenham bahwa mereka perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa menyelesaikan transfer.

Jika Harry Kane meninggalkan Tottenham Hotspur selama jendela transfer musim panas, itu hanyalah berupa transfer uang tunai dan bukan kesepakatan pertukaran pemain dengan Daniel Levy sama sekali tak tertarik pada tawaran selain dalam bentuk uang kes penuh.

Kepala Spurs Daniel Levy tetap berkomitmen untuk mempertahankan kapten tim internasional Inggris di London utara setidaknya untuk satu musim lagi, tetapi penyerang berusia 27 tahun tidak merahasiakan bahwa dia terbuka untuk transfer musim panas ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Trio Manchester City, Manchester United, dan Chelsea telah banyak dikaitkan dengan minat kuat pada top skor Premier League musim 2020/2021 ini dengan 23 gol tersebut, dengan nama pertama disebut-sebut sebagai kandidat terfavorit karena lebih menjamin trofi.

Sayangnya bahwa harapan apapun dari Pep Guardiola untuk mengontrak Harry Kane musim panas ini akan sangat sulit karena sang penyerang masih memiliki tiga tahun tersisa di kontraknya di London Utara dan ini membuat Tottenham Hotspur jual mahal pada kapten mereka.

Channel Gilabola di Youtube

Manchester City sebenarnya ingin menyelesaikan transfer dengan kesepakatan pertukaran pemain yang bisa melihat Raheem Sterling dan Gabriel Jesus pergi ke arah berlawanan, tapi Daniel Levy telah menegaskan bahwa mereka tak tertarik pada kesepakatan pertukaran pemain dan hanya ingin transfer uang tunai.

Tottenham telah menaruh bandrol Rp 3 Trilyun bagi Harry Kane, tapi harapan mereka tetaplah untuk mempertahankan kapten mereka, karena mereka telah belajar dari kasus penjualan rekor transfer dunia Gareth Bale ke Real Madrid pada 2013 senilai Rp 1,73 Trilyun.

Dengan pendapatan transfer itu, Spurs langsung membeli sejumlah pemain yang kemudian dijuluki sebagai ‘magnificent seven’. Tapi dari tujuh pemain itu, hanya Christian Eriksen yang terbukti sukses, dengan Roberto Soldado, Paulinho, Vlad Chiriches, dan Etienne Capoue semuanya terbukti merupakan pemain yang mengecewakan, dan Erik Lamela dan Nacer Chadli hanya menjadi pemain skuad yang berguna tapi tidak menonjol.

AHABET
AHABET