Tottenham Hotspur tengah mempertimbangkan langkah serius untuk merekrut José Manuel López pada bursa musim panas, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai 40 hingga 45 juta euro atau sekitar Rp700 hingga Rp780 miliar.
Penyerang Palmeiras yang dijuluki El Flaco López itu masuk radar karena menawarkan kombinasi fisik, kecerdasan bermain, dan produktivitas yang jarang ditemukan pada striker Amerika Selatan saat ini.
Selain Tottenham, dua klub Liga Inggris lain juga memantau situasinya, sementara Atlético Madrid disebut tetap mengikuti perkembangan sang pemain. Namun ketertarikan tersebut bukan semata soal jumlah gol.
Awal Kebangkitan El Flaco Atau Si Kurus!
Julukan “El Flaco” melekat sejak remaja. Dalam bahasa Spanyol, kata itu berarti kurus. Ironisnya, López kini justru dikenal sebagai penyerang dengan postur menjulang 1,90 meter dan kekuatan fisik yang jauh berbeda dari masa mudanya.
Pada awal kariernya, ia memang tinggi, tetapi belum cukup kuat untuk mendominasi duel. Dalam setahun terakhir, perubahan fisik terlihat jelas. Ia menambah massa otot dan mulai lebih agresif menghadapi bek tengah. Kemampuannya menahan bola dan memenangkan duel udara meningkat signifikan.
Keunggulan udara menjadi salah satu senjatanya. Namun López bukan tipe penyerang yang bergantung pada sundulan semata. Ia kidal, tajam di dalam kotak penalti, cepat bereaksi terhadap bola muntah, dan piawai mencari ruang di antara lini belakang lawan.
Bagi klub seperti Tottenham yang bermain di kompetisi dengan intensitas duel tinggi, perkembangan ini menjadi faktor penting. Mereka tidak hanya melihat tinggi badan, tetapi evolusi peran yang membuatnya semakin siap bersaing secara fisik.
Latar Kreatif yang Masih Terlihat
Menariknya, López tidak dibesarkan sebagai penyerang murni. Lahir di Corrientes, wilayah di utara Buenos Aires, ia sempat dilepas oleh Boca Juniors dan Independiente saat remaja. Ketika itu, ia kerap bermain sebagai gelandang serang atau penyerang sayap.
Javier Kloz, sosok yang turut menemukannya, menjelaskan kepada CNN Brasil bahwa di level junior López adalah kreator serangan. Ia memiliki visi luas dan terbiasa membangun permainan dari lini kedua.
Warisan peran tersebut masih tampak hingga kini. López mampu turun ke ruang antar lini, menjadi pemantul serangan, dan terlibat dalam proses build up. Ia bukan hanya finisher, tetapi juga penghubung permainan.
Profil ini membuatnya kerap dibandingkan dengan tipe penyerang seperti Roberto Firmino. Ia memiliki kehadiran di kotak penalti, namun juga naluri sebagai playmaker. Bagi klub yang mencari penyerang dengan fleksibilitas taktik, nilai tambah ini signifikan.
Lompatan Karier dan Konsistensi di Palmeiras
Perubahan besar dalam karier López terjadi saat membela Colegiales Tres Arroyos di kompetisi non liga Argentina. Di sana ia mulai berkembang secara fisik sekaligus rutin mencetak gol. Ia turut membantu klub meraih gelar, momen yang membuka jalan menuju Lanús di kasta tertinggi.
Secara mental, ia dikenal tangguh. Ia melewati fase penolakan di usia muda dan kritik di awal karier profesional. Rekan setim menghargai etos kerja serta intensitasnya di lapangan.
Meski begitu, ada satu catatan. Soal konsentrasi, pelatih Abel Ferreira pernah secara terbuka menuntut fokus lebih darinya. Detail ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi klub peminat.
Sejak direkrut Palmeiras pada 2022 dengan nilai 9,5 juta euro atau sekitar Rp165 miliar, López berkembang menjadi figur sentral. Pada 2025, ia mencetak 25 gol dan mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain kunci lini depan.
Pergerakannya di kotak penalti semakin matang. Ia lebih konsisten dalam serangan posisi dan lebih disiplin saat transisi bertahan. Ia juga memahami kapan harus tetap berada di garis depan dan kapan turun membantu sirkulasi bola.
Struktur Kepemilikan dan Nilai Transfer
Dari sisi finansial, Palmeiras memegang 70 persen hak ekonomi López, sementara Lanús memiliki 30 persen sisanya. Jika transfer terjadi di angka 40 juta euro atau sekitar Rp700 miliar, Palmeiras berpotensi menerima 28 juta euro atau sekitar Rp490 miliar.
Harga tersebut tidak hanya mencerminkan jumlah golnya. Klub peminat menilai perkembangan fisik, kematangan taktik, serta latar belakang kreatifnya sebagai bagian dari paket lengkap.
Dalam pasar yang semakin sulit menemukan penyerang dengan kombinasi kekuatan udara, kemampuan link up, dan produktivitas teruji, López menjadi komoditas menarik. Bagi Tottenham, keputusan merekrutnya bukan sekadar menambah opsi lini depan, tetapi juga menentukan arah evolusi permainan mereka musim depan.

