Tottenham Hotspur dikabarkan tengah mempertimbangkan penunjukan pelatih sementara setelah memecat Thomas Frank. Pos manajer kembali kosong di London utara, dan manajemen Spurs kini harus bergerak cepat untuk menentukan arah tim hingga akhir musim.
Nama Mauricio Pochettino menjadi sosok yang paling diinginkan, baik oleh jajaran klub maupun para pendukung. Namun, pelatih asal Argentina yang kini menangani tim nasional Amerika Serikat itu tidak bisa direkrut sebelum musim panas. Situasi tersebut membuat Tottenham membuka opsi jangka pendek, dengan John Heitinga disebut sebagai kandidat terdepan.
Heitinga Masuk Opsi Utama
Menurut laporan Daily Mail, John Heitinga termasuk di antara kandidat terkuat untuk mengisi posisi pelatih sementara. Keputusan akhir disebut akan diambil dalam beberapa hari ke depan.
Heitinga bukan nama asing di sepak bola Inggris. Mantan bek tim nasional Belanda itu pernah bermain untuk Everton dan Fulham di Premier League. Setelah gantung sepatu, ia berkarier sebagai pelatih di Ajax dan sempat menjadi pelatih sementara di klub Belanda tersebut.
Pada September 2023, ia bergabung dengan David Moyes di West Ham. Setelah Moyes meninggalkan klub tersebut, Heitinga pindah ke Liverpool pada 2024 untuk menjadi bagian dari staf Arne Slot. Ia kemudian kembali ke Ajax sebagai pelatih kepala pada musim panas 2025, tetapi hanya bertahan beberapa bulan setelah mencatat lima kemenangan dari 15 pertandingan sebelum diberhentikan pada November.
Heitinga kembali ke Inggris pada Januari 2026 sebagai bagian dari staf Thomas Frank di Tottenham. Kini, setelah Frank dipecat usai delapan bulan menjabat, peluang Heitinga untuk naik posisi terbuka lebar.
Jika dipercaya hingga akhir musim, Spurs harus menyusun ulang jajaran staf pelatih karena sejumlah asisten Frank yang datang dari Brentford kemungkinan besar juga akan meninggalkan klub.
Nama Lain yang Dipertimbangkan
Selain Heitinga, Robbie Keane juga masuk dalam pertimbangan. Mantan striker Tottenham itu kini menangani klub Hungaria, Ferencvaros. Ia membawa tim tersebut memuncaki liga domestik dan lolos ke fase play-off gugur Liga Europa.
Menurut laporan yang sama, Spurs menilai Keane memiliki kedekatan emosional dengan klub serta karakter energik yang bisa membangkitkan semangat pemain dan suporter. Namun, belum jelas apakah ia bersedia menerima peran sementara.
Nama Roberto De Zerbi juga disebut-sebut setelah meninggalkan Marseille. Pelatih asal Italia itu memiliki pengalaman di Premier League bersama Brighton.
Pochettino Tetap Jadi Impian
Meski sejumlah nama bermunculan, Mauricio Pochettino tetap menjadi pilihan utama yang diinginkan banyak pihak di Tottenham. Para suporter bahkan meneriakkan namanya saat Spurs kalah 1-2 dari Newcastle, laga yang menjadi pertandingan terakhir Frank.
Pochettino pernah membawa Tottenham ke final Liga Champions pada 2019 dan tidak menutup kemungkinan kembali ke Inggris. Dalam wawancara dengan BBC Sport pada Desember 2025, ia mengakui masih mengikuti Premier League dan menyebut kompetisi tersebut sebagai liga terbaik di dunia. Ia juga menyatakan suatu hari ingin kembali, meski saat ini fokus menangani Amerika Serikat.
Kontrak Pochettino bersama tim nasional Amerika Serikat berlaku hingga musim panas. Ia tengah mempersiapkan tim untuk Piala Dunia yang akan digelar di kandang sendiri. Jika Tottenham memilih menunda penunjukan pelatih permanen hingga akhir musim dan menunjuk sosok interim seperti Heitinga, peluang untuk menunggu Pochettino tetap terbuka.
Selain itu, pelatih yang kontraknya akan segera habis seperti Andoni Iraola di Bournemouth juga berpotensi masuk dalam pertimbangan jika Spurs membuka proses seleksi lebih luas menjelang musim panas.
Waktu Luang Sebelum Derbi London Utara
Tottenham memiliki sedikit keuntungan dalam situasi ini karena jadwal pertandingan memberi mereka waktu untuk mengambil keputusan. Spurs baru akan kembali bertanding pada 22 Februari saat menghadapi Arsenal dalam derbi London utara.
Para pemain juga baru dijadwalkan kembali ke pusat latihan pada hari Senin setelah sebelumnya mendapat libur lima hari dari Frank. Waktu jeda ini memberi manajemen ruang untuk merapikan struktur kepelatihan sebelum laga penting tersebut.
Spurs saat ini berada dalam situasi sulit karena terjerumus ke zona ancaman degradasi musim ini. Keputusan soal pelatih berikutnya akan berpengaruh besar terhadap arah tim dalam sisa kompetisi.

