Tottenham Hotspur langsung menunjukkan ambisinya setelah dua musim beruntun hanya finis di posisi ke-17 Liga Inggris. Klub asal London Utara itu bergerak agresif pada bursa transfer musim panas dengan mendatangkan sejumlah pemain baru yang membuat total pengeluaran mereka mencapai sekitar Rp5,2 triliun.
Nama terbesar yang segera bergabung adalah Sandro Tonali. Gelandang asal Italia tersebut sudah berada di London untuk menjalani tes medis setelah Tottenham dan Newcastle United mencapai kesepakatan transfer senilai sekitar Rp2,2 triliun, yang akan menjadikannya pembelian termahal sepanjang sejarah klub.
Lini Belakang Dirombak, Van Hecke Berpeluang Jadi Pilar Utama
Sebelum proses transfer Tonali rampung, Tottenham lebih dulu memecahkan rekor transfer klub lewat perekrutan Mateus Fernandes dari West Ham United. Nilai transfer gelandang berusia 21 tahun itu mencapai sekitar Rp1,9 triliun, sekaligus mengalahkan Manchester United yang juga memburunya.
Perombakan skuad tidak berhenti di sana. Roberto De Zerbi juga mendapatkan tambahan Jan Paul van Hecke yang ditebus sekitar Rp1,1 triliun dari Brighton.
Sementara itu, Marcos Senesi, Andrew Robertson, dan Martin Dubravka bergabung secara gratis untuk menambah kedalaman skuad.
De Zerbi diperkirakan tetap mengandalkan formasi empat bek sebagai pilihan utama, meski dalam beberapa pertandingan tertentu ia bisa saja beralih menggunakan tiga bek tengah.
Di sektor kanan pertahanan, Pedro Porro masih menjadi pilihan utama setelah memperpanjang kontraknya pada Juni lalu. Robertson diproyeksikan bersaing memperebutkan posisi bek kiri bersama Destiny Udogie, Djed Spence, Souza, dan Ben Davies.
Van Hecke diprediksi langsung menjadi tandem Mickey Van de Ven di jantung pertahanan. Situasi itu terbuka karena Cristian Romero diperkirakan akan meninggalkan Tottenham pada bursa transfer musim panas ini.
Marcos Senesi juga memiliki peluang besar memperoleh menit bermain reguler setelah tampil penting dalam keberhasilan Bournemouth finis di posisi keenam Liga Inggris musim lalu. Kehadirannya membuat persaingan bek tengah semakin ketat bersama Kevin Danso dan Radu Dragusin.
Tonali dan Mateus Fernandes Siap Jadi Motor Permainan
Kedatangan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali diyakini akan mengubah wajah lini tengah Tottenham.
Dua pemain yang jika digabung bernilai sekitar Rp4,1 triliun itu diprediksi langsung mengisi susunan pemain utama Roberto De Zerbi sejak awal musim 2026-27.
Pilihan di lini tengah juga masih cukup banyak. Conor Gallagher, Archie Gray, Rodrigo Bentancur, dan Pape Sarr siap bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Sebaliknya, Joao Palhinha dan Lucas Bergvall diperkirakan akan meninggalkan klub.
James Maddison berharap bisa kembali tampil maksimal setelah musim lalu lebih banyak berkutat dengan cedera. Ia berpeluang kembali mengisi peran gelandang serang.
Xavi Simons yang sedang menjalani pemulihan cedera ACL juga dapat dimainkan di belakang penyerang ataupun mengisi sisi kiri, posisi yang sebelas kali ia tempati pada musim debutnya bersama Tottenham.
Di sektor sayap, Mohammed Kudus untuk sementara diprediksi lebih unggul dalam perebutan posisi sayap kanan. Dejan Kulusevski, yang juga sempat diganggu cedera, akan berusaha merebut kembali tempatnya ketika sudah pulih sepenuhnya.
Mathys Tel, Wilson Odobert, dan Mikey Moore menjadi opsi lain yang dimiliki De Zerbi untuk menambah variasi serangan.
Persaingan di Lini Depan Belum Berakhir
Dominic Solanke dan Richarlison masih menjadi dua kandidat utama untuk mengisi posisi penyerang tengah Tottenham memasuki musim baru.
Meski demikian, klub berjuluk The Lilywhites itu masih dikaitkan dengan kemungkinan mendatangkan Eli Kroupi Junior. Jika transfer tersebut terwujud, persaingan di lini depan dipastikan akan semakin sengit.
Analisis Gilabola.com
Belanja besar Tottenham menunjukkan bahwa klub tidak ingin mengulang kegagalan dalam dua musim terakhir.
Namun, nilai transfer yang fantastis belum tentu langsung berbuah hasil di lapangan.
Tantangan terbesar Roberto De Zerbi justru membangun chemistry di antara banyak pemain baru agar investasi lebih dari Rp5 triliun benar-benar mampu mengangkat performa Spurs sejak awal musim.

