
Everton harus menelan pil pahit pada penghujung deadline day. Transfer Folarin Balogun yang sempat terlihat tinggal selangkah lagi justru ambyar setelah drama panjang di menit-menit terakhir bursa transfer musim panas.
Kesepakatan dengan AS Monaco awalnya berada di jalur positif. Everton bahkan sudah mengajukan deal sheet untuk transfer yang kabarnya bernilai £40 juta atau sekitar Rp891 miliar.
Lalu masalah muncul!
Persoalan dalam proses pemeriksaan medis Balogun membuat transfer tersebut berada di ujung tanduk. Everton dan Monaco masih berusaha mencari jalan keluar agar kesepakatan bisa tetap berjalan, tetapi situasinya semakin rumit.
Pada akhirnya, Balogun disebut memilih mundur dari kepindahan ke Goodison Park. Buat Everton, ini jelas bukan penutup bursa yang mereka inginkan.
Everton Kehilangan Target Utama di Deadline Day
Balogun sebenarnya diproyeksikan menjadi salah satu kepingan penting dalam rencana Everton musim ini. Penyerang tersebut diharapkan bisa menambah daya gedor sekaligus memberikan opsi baru di lini depan.
Kegagalan transfer itu terasa lebih menyakitkan karena Everton sebelumnya sudah melepas Beto ke Fiorentina.
Artinya, ketika peluang mendapatkan Balogun mulai menguap, David Moyes dan jajaran klub langsung berpacu dengan waktu untuk mencari striker pengganti.
Nama Joshua Zirkzee kemudian muncul.
Everton mencoba menanyakan kemungkinan meminjam penyerang Manchester United tersebut hingga akhir musim. Sayangnya, Setan Merah tidak tertarik melepas Zirkzee dengan status pinjaman.
Tammy Abraham juga masuk radar sebagai alternatif dari Aston Villa. Jalan itu pun buntu.
Abraham memilih bertahan di Villa Park.
Everton masih mencoba menyelamatkan transfer Balogun sampai detik-detik terakhir. Negosiasi dengan Monaco terus dikebut, tetapi waktu akhirnya habis. Kesepakatan tersebut resmi runtuh.
Everton Kini Cuma Punya Satu Striker!
Kegagalan mendapatkan Balogun meninggalkan lubang besar di lini depan Everton.
Untuk posisi striker murni, The Toffees kini hanya memiliki Thierno Barry.
Brennan Johnson memang bisa membantu mengisi sektor serangan, tetapi opsi David Moyes tetap sangat terbatas. Situasinya makin pelik setelah Everton juga kehilangan Iliman Ndiaye.
Di sektor lain, Everton sebenarnya melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat skuad. Mereka berhasil mendatangkan Jack Grealish melalui kesepakatan pinjaman dari Manchester City. Ainsley Maitland-Niles juga direkrut untuk memberikan solusi di posisi bek kanan.
Masalahnya, lini depan belum mendapatkan suntikan yang dibutuhkan.
Beto sudah pergi. Balogun gagal datang. Zirkzee ditolak Manchester United. Abraham memilih bertahan.
Hasil akhirnya cukup mengkhawatirkan: Everton memasuki sisa musim hanya dengan 18 pemain outfield senior.
Situasi tersebut jelas menjadi pukulan telak. Sebelumnya, jajaran klub telah memberikan sinyal bahwa Everton bakal bergerak agresif untuk memperkuat skuad sepanjang bursa transfer musim panas.
Deadline day justru menghadirkan cerita berbeda.
Balogun gagal mendarat, sejumlah alternatif juga kandas, dan Moyes kini harus memutar otak dengan amunisi yang sangat terbatas di lini depan.
