Trapp Yakin Loris Karius Bakal Bangkit Lagi

Kiper Liverpool Loris Karius didiagnosa alami gegar otak saat bermain di final Liga Champions.
Kiper Liverpool Loris Karius didiagnosa alami gegar otak saat bermain di final Liga Champions.

Gilabola.com – Penjaga gawang Kevin Trapp yakin rekan seprofesinya, Loris Karius akan bangkit pasca blunder di final Liga Champions.

Kiper asal Jerman itu melakukan dua kesalahan fatal kala Liverpool ditundukkan 3-1 oleh Real Madrid di final Liga Champions pada 27 Mei lalu.

Karius pun menyambut para suporter The Reds di tribun dengan air mata dan permintaan maaf, tapi ancaman dan sumpah serapah kadung dilontarkan kepadanya oleh para fans.

Akan tetapi laporan tim medis dari Rumah Sakit Umum Massachusetts menyebut Karius mengalami gegar otak sehingga tidak bisa memprediksi jarak suatu benda, yang diyakini terjadi usai bertabrakan dengan Sergio Ramos.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Rekan senegaranya yang juga mempunyai profesi yang sama, Kevin Trapp, yakin Loris Karius akan bangkit kembali dari mimpi buruk tersebut.

“Jika memang benar ia mengalami gegar otak dan itu mengakibatkan blunder-blunder, maka itu gila,” ujar Trapp pada konferensi pers bersama tim nasional Jerman.

“Lantas, dengan terus bermainnya dia, pujian harus dialamatkan kepadanya. Saya pernah mengalami gegar otak dan sama sekali tidak bisa bermain.”

“Namun mungkin adrenalin-lah yang mendorong Karius dan dia tidak menyadarinya. Jika memang memberikan pengaruh terhadap Karius, saya tidak tahu, saya tidak merasakannya. Namun saya sedikit tahu Karius. Saya yakin dia akan bangkit dari insiden buruk itu.”

“Saya tahu rasanya membuat kesalahan. Sebagai seorang penjaga gawang, kesalahan-kesalahan bisa saja terjadi. Itu sepenuhnya manusiawi.”

“Ini sulit baginya sebab sejauh ini Karius memiliki karir yang bagus. Dia berjuang untuk jadi kiper utama Liverpool, mampu masuk ke final Liga Champions dan tampil cukup baik.”

“(Sayangnya) insiden itu terjadi di final, semua ini. Itu bisa saja terjadi (kapanpun), tapi sulit jika terjadi di pertandingan sebesar final.”