Trent Alexander-Arnold, Curtis Jones dan Kembalinya Pesepakbola Jalanan di Liverpool

Trent Alexander-Arnold, Curtis Jones dan Kembalinya Pesepakbola Jalanan di Liverpool

Gilabola.com – Trent Alexander-Arnold dan Curtis Jones menjadi dua dari pesepakbola jalanan yang kembali diakui serta torehkan prestasi bersama Liverpool, setelah sebelumnya mereka dianggap mati.

Belum lama ini, pesepakbola jalanan bergaya kuno telah dinyatakan mati. Tapi, nyatanya mereka kembali ke Merseyside saat Jurgen Klopp dan Pep Lijnders memanfaatkan bakat jalanan di kota Liverpool.

Dua tahun lalu, David Moyes menyatakan Wayne Rooney-lah pesepakbola jalanan terakhir yang berhasil mendunia, terkait kemampuan beradaptasi dan bakatnya dengan tumbuh dewasa di jalanan. “Saya tidak tahu, apakah masih ada banyak dari para pemain yang kita sebut sebagai pesepakbola jalanan lagi. Bagi saya, dia (Rooney) yang terakhir dari tipe itu,’ ujar mantan pelatih Everton tersebut saat itu.

Ada sebuah pemikiran di sekitar masa ini, dalam gerakan bersama setelah hasil buruk Inggris di Piala Eropa 2016, bahwa pesepakbola jalanan itu sudah mati, dan itu dilambangkan dalam akun jurnalis senior Inggris, Henry Winter, di Fifty Years of Hurt.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Asisten pelatih Liverpool, Pep Lijnders, mengaku mengingat musim pertamanya di Liverpool FC dengan penuh kasih sayang. Saat itum musim 2014/2015, dan ia mengasuh Liverpool U-15 dan U-16. Kepada The Athletic, tangan kanan Klopp tersebut mengaku sangat menyukai musim itu, yang dianggapnya sebagai salah satu ‘tahun pembinaan favoritnya’.

“Kami berlatih selama dua jam setiap hari, dan setiap sesi berakhir dengan tiga tim yang terdiri dari tujuh orang. Goal on, goal off. Semakin baik Anda bermain, semakin banyak Anda bermain. Bersama bocah jalanan Liverpool, itulah cara untuk mendorong mereka,” tandas asisten pelatih asal Belanda itu, seperti dilansir thisisAnfield.com.

Satu pemain menjadi yang paling menonjol dari bakat jalanan ini. Dan, dia adalah Trent Alexander-Arnold yang, menurut pengakuannya sendiri, terobsesi dengan sepakbola.

Trent tampaknya tak sesuai dengan cetakan pesepakbola jalanan. Dia mungkin tumbuh di dekat tempat latihan Liverpool, tapi itu berada di pinggiran kota West Derby yang relatif makmur. Dia juga bersekolah di sekolah yang tidak gratis.

Namun, bintang kelahiran Liverpool itu mengingat masa kecil yang dihabiskan bersama saudara-saudaranya, di mana ia memanjat tempat sampah untuk menyaksikan tim pertama di Melwood dan menendang bola kapanpun serta di manapun mereka bisa.

Tapi, Trent menderita penyakit serius. “Saya alami sesuatu di nadi saya. Saya hanya … terobsesi,” ujarnya.

Penyakitnya memang parah; klub sepakbola Liverpool telah meresap ke dalam keberadaannya. Trent punya bakat besar di sepakbola, ia bahkan hanya ikuti trial lima menit di sekolah Ellergreen. Tapi, tekad bulatnya di jalanan, itulah yang mengangkatnya.

Setelah tersandung penyerang lawan saat akan menyelamatkan gol sebagai pemain muda, tekad Trent untuk menang telah dicatat. Dengan bangga pernah diungkapkan mantan pelatihnya sebagai ‘ciri khas Scouse (aksen Inggris yang hanya ditemukan di Merseyside)’.

Trent Alexander-Arnold mungkin tak punya kepribadian Scouse yang besar, tapi karakter dan semangatnya untuk membela kota kelahirannya selalu muncul di lapangan. Hal ini juga pernah diungkapkan Jurgen Klopp. “Dia sangat agresif dalam cara yang positif. Dia benar-benar Scouser dalam pemahaman terbaik,” ujar pelatih asal Jerman tersebut.

“Ia punya tugas dan pekerjaan besar untuk menjadi Scouser, sebagai pemain Liverpool, karena Anda bertanggung jawab atas hampir semua hal itu,” tambahnya.

Seperti pemain lain sebelum dia, Trent tak pernah melupakan jalanan tempat dia sering bermain bola. Pada kenyataannya, ia tampak mendapat kepercayaan diri dari bermain di sepanjang jalan yang sama di tempat dia dibesarkan. Seperti Trent, Curtis Jones juga telah lama menjadi bakat yang menonjol, sesuatu yang menjadi rahasia dalam akademi the Reds.