Trio Mahal Liverpool Mandul, The Cottagers Bikin Anfield Terdiam

Liverpool ditahan Fulham 0-0 di Anfield. Trio mahal The Reds gagal mencetak gol dan penantian Andoni Iraola berlanjut.

Liverpool kembali kehilangan kesempatan meraih kemenangan di Anfield. Skuad yang disebut sebagai salah satu yang termahal di dunia dengan nilai lebih dari Rp22 triliun itu justru kesulitan membongkar pertahanan Fulham dan harus puas bermain 0-0.

Hasil ini membuat penantian Andoni Iraola untuk meraih kemenangan pertamanya di Anfield terus berlanjut. Bahkan, sebagian penonton sudah meninggalkan stadion sebelum peluit panjang berbunyi karena frustrasi melihat permainan Liverpool yang jauh dari meyakinkan.

Liverpool Tampil Jauh di Bawah Level

Liverpool datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan atas Atletico Madrid pada laga Liga Champions, ketika mereka tampil sebagai tim yang layak membawa pulang tiga poin. Namun, performa tersebut seolah hilang begitu saja.

Menghadapi Fulham, permainan The Reds terlihat lambat, ceroboh, dan penuh kesalahan. Florian Wirtz, Kostas Tsimikas, serta Dominik Szoboszlai beberapa kali melakukan kesalahan sederhana, termasuk mengirim bola langsung keluar lapangan atau kepada pemain lawan.

Iraola sendiri hanya melakukan tiga perubahan dari tim yang tampil menghadapi Atletico Madrid. Keputusan itu sulit dijadikan alasan penuh atas penampilan Liverpool, terutama karena sejumlah pemain justru gagal menunjukkan kualitas terbaiknya.

Salah satu situasi paling berbahaya datang ketika Alisson memberikan bola kepada Ryan Gravenberch di dalam kotak penalti Liverpool. Gelandang tersebut berada di bawah tekanan dua pemain Fulham dan situasi itu nyaris berujung gol ketika Gonzalo Garcia melepaskan tembakan ke arah gawang.

Liverpool beruntung memiliki Jeremy Jacquet. Bek yang disebut bernilai Rp1,32 triliun itu berada di tempat yang tepat untuk membuang bola sebelum melewati garis gawang.

Ironisnya, ketika Liverpool memiliki trio depan dengan nilai gabungan sekitar Rp8 triliun, justru pemain belakang itulah yang beberapa kali harus menyelamatkan mereka.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

Trio Mahal Gagal Mengubah Permainan

Bradley Barcola menjalani debut sebagai starter Premier League yang kurang mengesankan. Pemain yang didatangkan dengan nilai Rp2,71 triliun itu memang menciptakan salah satu peluang pertama Liverpool.

Barcola memberikan umpan melewati pertahanan Fulham kepada Alexander Isak. Namun, penyerang Swedia tersebut gagal memaksimalkannya dan melepaskan tembakan melebar dari sudut sempit.

Barcola tidak banyak memperlihatkan akselerasi yang biasanya menjadi kekuatannya. Ia jarang berani menusuk langsung menghadapi bek lawan. Ketika mendapatkan peluang untuk kembali mengirim bola kepada Isak di babak kedua, umpan tariknya justru tidak menemui sasaran.

Isak sendiri sesekali memperlihatkan kepercayaan diri yang mulai tumbuh. Ia sudah menyamai jumlah gol Premier League yang dicetaknya musim lalu dan sempat lolos dari kepungan pemain Fulham untuk melepaskan tembakan.

Sayangnya, bola hasil sepakannya tidak cukup keras untuk merepotkan Bernd Leno. Pada penghujung pertandingan, peluang terbaik justru datang lewat sundulan Isak dari sepak pojok Szoboszlai. Berdiri hanya beberapa meter dari gawang, ia masih mengarahkan bola melebar.

Wirtz juga mengalami sore yang sulit. Perbedaan penampilannya saat menghadapi Atletico Madrid dan Fulham terlihat sangat jelas. Gelandang asal Jerman itu beberapa kali menemukan ruang bagus, tetapi kualitas akhirnya tidak muncul secara konsisten.

Ia sempat melakukan putaran apik di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melebar. Ada pula momen ketika Wirtz menerima bola dengan sentuhan bagus untuk melewati lawan, tetapi penyelesaian berikutnya kembali jauh dari sasaran.

Kesempatan lain datang ketika ia mencoba mengirim umpan terobosan kepada Isak. Bola justru terlalu deras dan keluar untuk tendangan gawang.

Szoboszlai setidaknya mampu memaksa Leno bekerja keras lewat tembakannya. Namun, ketika Liverpool mendapatkan tendangan bebas pada masa tambahan waktu, eksekusi pemain asal Hungaria itu tidak mampu menghasilkan gol seperti yang pernah dilakukannya ketika menghadapi Arsenal musim lalu.

Fulham Berani Menyerang, Liverpool Tertekan

Fulham datang dengan posisi yang jauh lebih buruk di klasemen, tetapi penampilan mereka di Anfield sama sekali tidak menunjukkan rasa minder. Mereka memainkan bola dengan kepercayaan diri dan beberapa kali mampu melewati lini pertahanan Liverpool dengan mudah.

Antonee Robinson sempat menguji Alisson dengan tembakan yang langsung mengarah kepada kiper Liverpool. Rodrigo Muniz juga hampir menyambut umpan silang berbahaya dari sisi kanan, sedangkan Kevin melepaskan tembakan melebar ketika Liverpool kesulitan membersihkan bola dari area pertahanan.

Josh King bahkan mendapatkan ruang yang sangat besar sekitar 15 menit sebelum laga berakhir. Ia membawa bola menuju tepi kotak penalti tanpa mendapatkan tekanan berarti sebelum Alisson melakukan penyelamatan dengan menjatuhkan diri dan menggagalkan peluang tersebut.

Situasi itu menggambarkan masalah Liverpool sepanjang pertandingan. Mereka bukan hanya kesulitan menciptakan peluang bersih, tetapi juga beberapa kali memberikan ruang terlalu besar kepada Fulham.

Atmosfer Anfield akhirnya ikut berubah. Suara frustrasi semakin terdengar dari tribun, sementara sorakan terbesar justru muncul ketika pengumuman skor pertandingan lain menyebut Chelsea sedang tertinggal dari Hull.

Fulham juga berhasil membuat Liverpool semakin kesal lewat permainan yang memperlambat restart dalam beberapa situasi bola mati. Iraola terlihat frustrasi di pinggir lapangan, tetapi masalah itu terasa kecil dibandingkan persoalan yang harus dihadapi timnya sendiri.