Usai 5 Kekalahan Dalam 8 Laga, Frank Lampard Janjikan Kebangkitan Chelsea

Gilabola.com – Frank Lampard menolak untuk menyerah atas penurunan performa Chelsea musim ini yang melihat mereka merosot ke urutan kedelapan klasemen sementara setelah 19 pertandingan, menjanjikan kebangkitan bagi timnya dan keluar dari masa-masa sulit.

Bos Chelsea Frank Lampard tengah mendapatkan tekanan berat usai melihat timnya mengalami degradasi performa dan hasil, dengan pasukan Stamford Bridge telah kalah di lima dari delapan pertandingan terakhir mereka, setelah mengawali musim ini dengan baik dengan hanya satu kekalahan dari 11 laga, satu-satunya kekalahan itu datang melawan Liverpool.

Kini jelang pertemuan melawan Luton di putaran keempat Piala FA, manajer yang memegang status sebagai top skor sepanjang masa klub dengan 211 gol tersebut menegaskan bahwa dirinya menolak untuk menyerah pada pekerjaannya dan siap memimpin kebangkitan The Blues.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Manajer berusia 42 tahun itu berkata, “Saya seorang pejuang, itu yang utama dan terpenting. Begitulah cara saya berhasil menjalani karier yang luar biasa sebagai pemain. Saya manajer klub yang saya cintai. Ketika saya pensiun, saya bisa saja keluar dari sepakbola sepenuhnya.”

“Akan tetapi saya suka fakta bahwa jika ada masa-masa sulit dan Anda berjuang untuk keluar darinya, dan saya menyertakan para pemain juga, itu adalah perasaan terbaik dalam sepakbola. Perasaan terbaik yang mungkin Anda miliki.”

“Ini bukan masalah formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang akan memenangkan pertandingan yang kami butuhkan dalam jangka pendek. Akan tetapi kunci bagi kebangkitan dan kemenangan kami adalah gairah, keinginan, dan kebersamaan tim.”

Selama karir bermainnya, Frank Lampard telah memenangkan berbagai gelar bergengsi bagi Chelsea termasuk tiga gelar Premier League, satu Liga Champions dan satu Liga Europa. Kini dia mengakui tengah menikmati tekanan yang berbeda sebagai manajer usai merasakannya sebagai seorang pemain.

Dia menambahkan, “Sebagai pemain saya bertanya-tanya, ‘Seperti apa rasanya menjalani masa-masa sulit sebagai seorang manajer? Bagaimana perbedaan antara tanggung jawab sebagai manajer dengan sebagai pemain?’ Saya bertanya-tanya seperti apa masa-masa sulit itu. Dan itu baik-baik saja. Itu adalah apa adanya. Saat menjadi manajer, Anda harus siap dengan tekanan, dengan tekad ingin meraih kesuksesan dengan bersikap rendah hati setiap saat.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO