Virgil van Dijk Salahkan Lini Serang Liverpool Usai Dikalahkan Leicester City

Dia yang ikut bersalah saat membiarkan Ademola Lookman mengalahkannya untuk membobol gawang Alisson Becker, tapi dia malah menyalahkan para penyerang timnya yang gagal mencetak gol ke gawang Liverpool.

Virgil van Dijk mengkritik para penyerang Liverpool atas penyelesaian akhir mereka yang buruk setelah kekalahan mereka dengan skor 1-0 dari Leicester City di laga lanjutan Premier League pada Rabu (19/12) dini hari WIB.

Pasukan Jurgen Klopp sebenarnya bisa saja unggul lebih dulu di seperempat jam babak pertama ketika Mohamed Salah dijatuhkan Wilfred Ndidi di kotak terlarang, memaksa wasit Michael Oliver menunjuk titik putih.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Tapi eksekusi penyerang internasional Mesir itu berhasil digagalkan Kasper Schmeichel, sementara usaha sundulannya dari bola rebound masih membentur mistar gawang, sebelum barisan pertahanan tuan rumah berhasil melakukan sapuan.

Sepanjang laga Liverpool sebenarnya memiliki banyak sekali peluang, setidaknya ada 21 tembakan ke gawang Leicester City termasuk peluang emas Sadio Mane di dalam kotak tapi tembakannya masih melayang jauh di atas mistar gawang.

Justru gawang The Reds yang kemudian kebobolan di menit ke-59 ketika Ademola Lookman menerima umpan dari Kiernan Dewsbury-Hall, mengalahkan Joel Matip dan kemudian Virgil van Dijk gagal menutup ruang tembaknya untuk kemudian membuat Alisson Becker harus memungut bola dari gawangnya.

Terlepas bahwa dia juga bersalah atas kebobolan dan kekakalahan timnya, bek Belanda malah menyalahkan barisan penyerang timnya, mengatakan, “Saya pikir mereka [Leicester] pantas menang, tetapi itu jelas juga tergantung pada kami. Saya pikir kami buruk di sepertiga terakhir.”

“Banyak umpan silang yang mereka pertahankan dengan baik. Secara keseluruhan, bukan kinerja yang baik. Mereka tidak menciptakan banyak peluang, tetapi tampak berbahaya saat melakukan serangan balik. Pujian untuk mereka. Kami harus melihat diri kami sendiri dan meningkatkan diri kami, yang akan kami lakukan. Itu bagian dari sepak bola.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO