Wasit Premier League Tak Konsisten Dengan Kartu Merah, Apa Balbuena Tak Boleh Punya Kaki?

Gilabola.com – Chelsea menang 0-1 di West Ham pada Minggu dinihari 25 April 2021, tapi fokus kemarahan penikmat sepak bola tertuju pada sikap tak konsisten wasit Chris Kavanagh. Jika ia mengusir Fabian Balbuena untuk laju kakinya usai membersihkan bola maka ia seharusnya juga mengibaskan kartu merah untuk Vladimir Coufal beberapa menit kemudian. Berani gak?

Seperti bahasan saya sebelum ini maka entah ini usaha dari korps baju hitam untuk menjatuhkan integritas video asisten wasit (VAR), dengan cara melakukan pembusukan dari dalam, atau masalah tidak kompetennya para pengadil pertandingan Liga Inggris dalam memanfaatkan teknologi itu.

Wasit Chris Kavanagh mengusir Fabian Balbuena untuk aksinya di atas. Lihat foto. Jangan tertipu oleh potongan foto itu karena sepersekian detik sebelumnya, pemain Paraguay itu membersihkan bola dengan melepaskan sepakan keras dan sebagai akibatnya laju kakinya tak bisa dihentikan, menghantam betis Ben Chilwell yang malang. Kartu merah! Anda bisa melihat adegan itu di bawah ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Tapi selang beberapa menit sesudahnya, adegan yang sama terulang kembali. Kali ini pemain Ceko Vladimir Coufal menendang bola dan gerakan kakinya berakhir dengan tusukan ke betis Antonio Ruediger. Berani gak kartu merah? Ternyata Chris Kavanangh tidak berani. Sang pengadil tak mau menciptakan huru-hara pada laga Liga Inggris di London Olympic Stadium ini. Bahkan memberi peringatan kartu kuning pun tidak. Memangnya apa bedanya Balbuena dan Coufal?

Channel Gilabola di Youtube

Jadi sebenarnya membersihkan bola dengan kaki kemudian tidak sengaja mengenai kaki lawan merupakan aksi yang dihukum kartu merah atau tidak? Tindakan wasit Kavanagh itu sebenarnya mau mengatakan, Anda membersihkan bola lalu mengenai kaki lawan, sama dengan pengusiran.

Anda bisa melihat frame by frame tendangan Balbuena itu di bawah ini. Berujung kartu merah menit 81 dan menyebabkan pasukan David Moyes bermain dengan 10 orang saja selama kira-kira 15 menit terakhir laga di London Stadium (termasuk masa injury time). Namun tidak ada gol lagi usai gol dari Timo Werner, assist Ben Chilwell, pada babak pertama tadi.

Dengan kemenangan tadi maka Chelsea kini menjadi kandidat terkuat lolos ke Liga Champions musim 2021/2022 meski memiliki tiga lawan sulit (Arsenal, Manchester City dan Leicester City) dari lima laga terakhir musim ini. Namun The Hammers hanya memiliki Everton sebagai lawan terberatnya dari lima laga penutup musim.

AHABET
AHABET