Site icon Gilabola.com

West Ham Cari Jalan Kembali ke Premier League, Tiga Nama Bisa Gantikan Nuno

Nuno Espirito Santo pelatih West Ham United

Gilabola.com – West Ham United memang menang 3-0 atas Leeds United. Tapi suasana di London Stadium tetap muram.

Kemenangan itu tidak cukup menyelamatkan The Hammers dari degradasi ke Championship setelah 14 tahun bertahan di Premier League. Kini tekanan besar mengarah ke kursi pelatih Nuno Espirito Santo.

Posisi pelatih asal Portugal itu sedang dievaluasi serius usai musim buruk West Ham berakhir dengan turun kasta.

Awalnya, musim memang sudah berjalan kacau sejak era Graham Potter. West Ham kalah empat kali dari lima laga pembuka dan cuma mampu menang atas Nottingham Forest milik Nuno saat itu.

Ironisnya, beberapa waktu kemudian West Ham justru menunjuk Nuno setelah Nottingham Forest memecatnya.

Harapan sempat muncul. Nuno sebelumnya pernah membawa Wolverhampton Wanderers dan Nottingham Forest lolos ke Liga Europa. Namun cerita di London Timur berjalan berbeda.

West Ham kalah dalam persaingan bertahan hidup melawan Tottenham Hotspur. Klub London Utara itu sukses bertahan di Premier League, sedangkan West Ham harus menerima kenyataan pahit turun ke Championship.

Situasi itu membuat nama pengganti Nuno mulai dibahas.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Scott Parker

Kalau bicara spesialis promosi Championship, nama Scott Parker sulit diabaikan.

Mantan gelandang timnas Inggris itu pernah membawa Fulham, Bournemouth, dan Burnley promosi ke Premier League. Burnley bahkan jadi klub terakhir yang ia tangani sebelum terdegradasi dari kasta tertinggi.

Memang, karier Parker di Premier League belum terlalu meyakinkan. Tapi di Championship, rekornya sangat kuat. Hanya Neil Warnock dan Steve Bruce yang punya jumlah promosi lebih banyak darinya.

Ada faktor lain yang membuat Parker menarik untuk West Ham.

Ia pernah bermain 129 kali bersama The Hammers saat era Upton Park. Parker tahu betul atmosfer klub dan tekanan yang datang saat mengenakan seragam West Ham.

Status tanpa klub juga membuat peluang itu terasa realistis.

Will Still

Nama Will Still sempat mencuri perhatian di Belgia dan Prancis karena pendekatan taktiknya.

Ia pernah membawa Reims menjalani 19 pertandingan tanpa kekalahan, meski saat itu belum memiliki lisensi kepelatihan yang sesuai. Reims bahkan terkena denda sekitar Rp396 juta setiap pertandingan yang dipimpinnya tanpa lisensi resmi.

Still kemudian pindah ke Lens pada 2024 sebelum balik ke Inggris bersama Southampton setelah klub itu terdegradasi ke Championship pada 2025.

Namun petualangannya di St Mary’s tidak berjalan mulus.

Ia cuma meraih empat kemenangan dari 16 pertandingan sebelum akhirnya dipecat. Sejak saat itu Still belum kembali melatih.

Belakangan ada rumor dirinya diminati Auxerre dan FC Lorient, tetapi belum ada langkah konkret.

Yang membuat situasi makin menarik, Still pernah mengakui dirinya adalah pendukung West Ham.

“Saya tidak pernah punya rencana karier tertentu. Saya menjalani apa yang datang. Tapi anak kecil dalam diri saya memang ingin kembali ke Inggris,” kata Still.

“Itu rumah saya, Championship saya, kompetisi terbaik di dunia. Saya selalu menjadi pendukung West Ham.”

Ia bahkan mengaku sulit menolak jika kesempatan itu datang.

“Saya tidak akan berpikir dua kali. Tapi apakah saya mampu? Saya akan merasa sangat bersalah kalau kalah.”

Slaven Bilic

Nama lama yang masih akrab buat fans West Ham.

Slaven Bilic pernah membela sekaligus melatih The Hammers. Sebagai pemain ia tampil 54 kali, sedangkan sebagai pelatih ia memimpin klub dalam 109 pertandingan.

Musim 2015/16 jadi salah satu periode paling dikenang fans West Ham saat Bilic membawa tim finis di posisi ketujuh Premier League. Saat itu Dimitri Payet tampil luar biasa di musim terakhir klub di Upton Park.

Setelah meninggalkan West Ham, Bilic sempat menangani Al-Ittihad, West Bromwich Albion, Beijing Guoan, Watford, dan Al-Fateh.

Bersama West Brom, ia juga pernah membawa klub promosi dari Championship.

Bilic belum melatih lagi sejak 2024. Hubungannya dengan West Ham pun disebut masih cukup baik, sehingga peluang reuni belum benar-benar tertutup.

Opini Gilabola.com

Kalau target utama West Ham musim depan adalah langsung kembali ke Premier League, Scott Parker terlihat sebagai opsi paling aman. Pengalamannya di Championship sudah terbukti berkali-kali.

Namun Will Still bisa jadi pilihan paling menarik jika klub ingin membangun proyek baru dengan identitas permainan berbeda. Faktor emosionalnya dengan West Ham juga bisa memberi warna tersendiri.

Exit mobile version