Wilfried Zaha: Apakah Harus Patah Kaki Agar Dilirik Wasit?

Wilfried Zaha, Crystal Palace

Wilfried Zaha merasa dirinya harus dijegal sampai patah dulu kakinya agar mendapatkan perhatian dari wasit terkait tekel-tekel keras yang kerap ia terima.

Wilfried Zaha, pemain depan Crystal Palace itu melakukan aksi individual luar biasa sehingga The Eagles mampu mencuri kemenangan versus Huddersfield di Stadion John Smith’s, Sabtu (15/09) WIB kemarin.

Akan tetapi di laga tersebut Zaha sempat geram dengan jegalan yang dilakukan Mathias Jorgensen yang hanya berbuah kartu kuning saja dari wasit Graham Scott.

Zaha telah dilanggar 11 kali, lebih banyak dari Eden Hazard, James Maddison dan Will Hughes.

Wilfried Zaha Sampai Takut Berlari

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Wilfried Zaha mengaku bingung dengan perlakuan yang ia terima dari wasit dan berseloroh bahwa dirinya harus mengalami patah kaki dulu agar lawan bisa diberi kartu merah.

“Saya merasa harus menderita patah kaki dulu agar seseorang mendapatkan kartu merah. Itu sebabnya saya geram.”

“Beberapa kartu kuning, seperti melawan Watford, dia [Etienne Capoue] berdiri di betis saya dan mendapatkan kartu kuning saja. Ini seperti [pertanyaan retoris], ‘kenapa saya mendapatkan perlakuan berbeda dari para pemain lainnya?'”

“Saya hanya tidak mengerti dan ini terjadi tiap pekan dengan wasit yang berbeda juga.”

“Saya mencoba untuk berbicara dengan wasit tapi mungkin saya akan memberi tahu kapten tim untuk berbicara atau memberi tahu wasit sebelum laga karena ini sesuatu yang tidak bisa saya tolerir lagi.”

“Ini sulit karena membuat Anda tidak ingin berlari sebab seseorang bakal menjegal dari belakang dan Anda akan cedera.”

“Perlakuan ini tidak membiarkan Anda mengekspresikan diri Anda seperti yang biasa dilakukan. Itu kesulitannya tapi di saat yang sama saya harus membiarkan kaki-kaki saya berbicara di atas lapangan juga.”