Wolves Kelelahan, Nuno Bela Kritik Pep Guardiola

Wolves Kelelahan, Nuno Bela Kritik Pep Guardiola

Gilabola.com – Wolves kelelahan dan masih harus melakoni jadwal pada Liga Inggris membuat Nuno Espirito Santo membela kritik Pep Guardiola soal masalah ini.

Nuno Espirito Santo menjadi pelatih selain Pep Guardiola yang ikut mengecam jadwal egois Premier League yang padat. Ia dilaporkan NBC Sports kasihan melihat para pemain yang kelelahan jelang pergantian tahun 2019 ke 2020 saat perubahan medan kutub magnet dunia mengalami perubahan.

Pada saat gelaran Eropa tengah rehat untuk menikmati liburan, Premier League memang tidak mau rugi dan terus melaksanakan pertandingan. Jadwal padat berdampak pada waktu pemulihan kebugaran pemain yang semakin menipis. Stres dan kelelahan menjadi masalah pemain yang membuat para manajer pusing 8 keliling.

Sebelumnya Pep Guardiola telah buka suara dengan mengirim surat protes kepada pihak penyelenggara. Ia meminta masalah ini ditinjau kembali untuk memperhatikan kondisi para pemain semua klub yang berlaga. Saat belum mendapatkan respon, Nuno ikut mendukung protes tersebut.

Wolves dukung protes Guardiola soal jadwal padat

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Jelas saya dukung (protes Guardiola), ada banyak klub yang punya tiga hari rehat di antara dua pertandingan dan kami punya waktu lebih sedikit untuk pemulihan kebugaran. Masalah ini menjadi perhatian semua manajer untuk tim mereka,” ujar sang manajer Wolves.

“Kami harus bertahan, kami harus bertahan. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kami yang jelas tetap akan latihan besok, kemudian kami bersiap lawan Manchester City dan kami akan lihat bagaimana hasilnya. Mari berusaha keras dan bertahanlah.”

Saluran televisi di seluruh dunia telah sanggup mendikte penonton mereka untuk menerima tidak ada laga di hari-hari liburan akhir tahun. Sebaliknya, dunia televisi Inggris malah ‘menggeber’ semua pertandingan yang bisa menguntungkan karena menyerap banyak penonton dan tentunya iklan.

Pihak Premier League memberikan ganti dengan satu bulan rehat setiap Februari, namun tetap tidak membuat puas para manajer yang timnya kadung banyak cedera. Mereka juga jadi harus pusing menyiapkan timnya untuk menuntaskan sisa musim dalam keadaan kebugaran pemain yang tidak maksimal. Lantas, apakah permintaan Guardiola dan pelatih lainnya akan didengar?