Wonderkid Liverpool Diskorsing Akibat Hina Harry Kane

Wonderkid Liverpool Diskorsing Akibat Hina Harry Kane

Gilabola.com – Wonderkid Liverpool, Harvey Elliott, terkena skorsing Federasi Sepakbola Inggris (FA) selama 14 hari, terkait video ‘kasar dan menghina’ di media sosial terhadap pemain Tottenham, Harry Kane.

Klip Elliott yang menggunakan ‘bahasa ableist’ (ucapan diskriminasi terhadap orang difabel) untuk mengejek striker Tottenham dan kapten Timnas Inggris itu muncul tak lama setelah ia resmi pindah ke Anfield dari Fulham musim panas ini.

Pemain berusia 16 tahun itu juga telah diperintahkan untuk menyelesaikan kursus edukasi tatap muka dan membayar denda 350 Poundsterling, setelah ia dinyatakan bersalah atas pelanggaran peraturan E3 yang parah.

Elliott tak lama memang merilis pernyataan permintaan maafnya atas kesalahan tersebut. “Saya hanya ingin meminta maaf dengan sepenuh hati atas segala pelanggaran terkait video saya yang saat ini beredar di internet,” ujar Elliott.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

‚ÄúVideo itu diambil saat bercanda dengan teman-teman di lingkungan pribadi dan tidak ditujukan kepada siapapun. Tapi saya sadar, tindakan saya tidak dewasa dan tidak masuk akal,” tambah wonderkid Liverpool itu.

“Saya ingin menekankan, konten video itu tidak mewakili siapa saya sebagai pribadi atau bagaimana saya dibesarkan, dan saya benar-benar minta maaf,” tegas Elliott seperti dilansir Standard Sport.

Pemain itu kemudian mengakui tuduhan yang diajukan FA, dan menolak kesempatan untuk lakukan audiensi. Lalu, panel FA yang berjumlah tiga orang akhirnya menetapkan Elliott harus menjalani skorsing dua pekan dari dunia sepakbola, dan itu akan berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.

Alasan tertulis FA untuk sanksi skorsing tersebut itu juga mengungkapkan, kapten klub Jordan Henderson telah berbicara kepada Elliott tentang dampak dari tindakannya tersebut.

“Permintaan maaf Harvey tulus, dia lakukan sesegera mungkin dan tegas. Dia mengakui secara pribadi dan di depan umum bahwa tindakannya itu salah. Mengingat usianya ketika tindakan tersebut dia lakukan – dalam ranah pribadi dan sebelum bergabung dengan kami, maka kami akan terus bekerja dengan Harvey berdasarkan pendidikan yang terkait dengan perilakunya,” ujar salah seorang jubir LFC.

“Dia telah menunjukkan kepada kami mengenai keinginannya untuk belajar dan menghayati nilai-nilai serta perilaku yang diharapkan dari seorang pemain Liverpool,” tambah jubir yang tak diungkapkan identitasnya itu.