Yaya Toure Takut Anaknya Jadi Target Aksi Rasisme

Yaya Toure Takut Anaknya Jadi Target Aksi Rasisme

Gilabola.com – Yaya Toure takut anaknya jadi target aksi rasisme. Mantan pemain klub Liga Inggris Manchester City itu prihatin lihat dunia bola saat ini.

Umumnya mantan pemain sepak bola bersemangat untuk mendorong anak mereka jadi pesepakbola juga. Meski begitu dilaporkan Republic World dan AS dalam kasus Yaya Toure, sepertinya hal itu tidak berlaku lagi akibat masalah rasisme.

Bisa dimaklumi, di tengah meningkatnya rasisme di dunia Sepakbola, mantan pemain sepak bola di Barcelona dan Manchester City itu mengungkapkan keengganan untuk membiarkan anak-anaknya mengikuti langkah karirnya. Yaya mengaku takut bahwa anak-anaknya akan tersiksa dengan segala aksi berbau rasial seperti ejekan dan pelemparan di masa depan.

Berbicara kepada media di FIFA Club World Cup di Qatar, eks Manchester City itu mengatakan bahwa dirinya langsung terpelatuck emosional kalau berbicara soal rasisme. Ia mengaku jadi mudah emosi terkati masalah ini, karena sudah menjadi masalah mendesak yang menyakiti dirinya juga sepanjang waktu hingga saat ini.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Yaya mengatakan bahwa dia sejatinya ingin anak-anaknya bermain sepak bola dengan gembira dan menjadi pemain sepak bola profesional tanpa harus mengalami hal yang pernah ia alami. Dia juga mengatakan masih kesulitan untuk meminta anak-anaknya berhenti bermain sepak bola saat kasus rasisme di dunia bola sedang meningkat seperti sekarang.

Yaya Toure terus ikuti perkembangan kasus rasisme di dunia bola

Toure pernah menghadapi pelecehan rasis yang ekstensif selama waktunya di Ukraina. Munculnya rasisme di dunia sepakbola dalam beberapa tahun terakhir telah didokumentasikan dengan baik dan tak luput dari pengamatan sang mantan pemain The Sky Blues. Tahun ini kasus rasisme di Sepakbola telah mengalami lonjakan tinggi dan menyasar banyak pemain.

Sepanjang Kualifikasi Euro 2020 pada bulan Oktober awal tahun ini juga, pemain Inggris tak luput mengalami pelecehan rasial. Pelecehan rasis juga ditujukan kepada pemain Serie A Inter Milan, Romelu Lukaku dan Brescia Mario Balotelli.

Meskipun bagian utama dari tanggung jawab untuk menanggulangi rasisme terletak pada Serie A, Liga malah memutuskan mengambil pendekatan aneh untuk mengatasi meningkatnya kasus rasisme di tingkat atas Italia. Serie A meluncurkan sebuah prakarsa anti-rasisme yang menampilkan serangkaian lukisan bergambar monyet yang sontak langsung kebanjiran kecaman karenanya.