71 Hari Lagi Piala Eropa Mulai, Inilah 11 Pemain Jerman, Termasuk Satu Gagal Gol Dari Jarak 9 Meter

Gila Bola – Turnamen Euro 2020 yang tertunda satu tahun akan dimulai 11 Juni 2021. Dengan hanya 71 hari tersisa, mari kita lihat siapa 11 pemain yang akan menjadi anggota skuad utama Jerman, sang juara dunia 2014 dan semifinalis Euro 2016.

Satu di antara nama yang diperkirakan masuk skuad utama Die Mannschaft adalah Timo Werner, pemain Chelsea yang pada laga timnas Jerman melawan Makedonia Utara kemarin, secara mengejutkan gagal melesakkan gol pada jarak 9 meter saat berhadapan satu-lawan-satu dengan kiper Stole Dimitrievski.

Thomas Mueller, Bayern Munchen

Lahir di Weilheim, Thomas muda dibesarkan di desa kecil Paehl, sekitar 45 kilometer jauhnya dari kota Munich. Dia bergabung dengan Bayern saat berusia 10 tahun pada musim panas 2000 dan dengan cepat naik ke kasta di atasnya. Dia menikmati musim cemerlangnya bersama tim U19 pada 2007/2008, mencetak 18 gol dalam 26 pertandingan, menarik perhatian pelatih kepala saat itu Juergen Klinsmann.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

“Awalnya saya tidak mengangkat telepon,” kata Mueller ketika pemenang Piala Dunia 1990 itu menelepon untuk mengumumkan promosinya ke tim utama. “Tapi ketika saya mendengarkan pesan suara telepon, itu adalah Juergen Klinsmann.”

Mueller melakukan debutnya di Bundesliga sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-19, masuk sebagai pemain pengganti untuk Miroslav Klose pada laga melawan Hamburg saat membuka musim 2008/2009. Lebih dari satu dekade kemudian, Mueller telah melewati 500 penampilan senior untuk Die Roten.

Serge Gnabry, Bayern Munchen

“Serge tidak layak bermain sepak bola,” kata manajer West Brom Tony Pulis pada Oktober 2015 usai mengambil pemain 20 tahun itu dengan status pinjaman dari Arsenal. Namun empat tahun kemudian, Gnabry menjelma menjadi pemain yang tidak tergantikan. Dia mencetak empat gol melawan Tottenham Hotspur dalam kemenangan 7-2 untuk Bayern di ajang Liga Champions, mengobrak abrik pertahanan Argentina di kota Dortmund pada bulan Oktober 2020 saat imbang 2-2 dengan mencetak satu gol dan memberi satu assist ke Kai Havertz, serta mencetak dua gol melawan Olympique Lyon untuk mengirim Bayern ke final Liga Champions pertama mereka sejak 2013.

Timo Werner, Chelsea

Penyerang Chelsea Timo Werner berjanji akan mengeluarkan semua kemampuan dirinya setelah mengalami kekeringan gol selama musim 2020/2021. Werner hanya mencetak lima gol di ajang Liga Inggris dalam 25 penampilan sejak pindah ke Stamford Bridge. Tapi dia mengaku telah belajar banyak dari musim debutnya di Inggris dan yakin bisa memberikan kontribusi lebih besar lagi pada 2021/2022.

Legenda Chelsea Didier Drogba, yang membantu klub memenangkan empat gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions dalam dua periode, juga hanya berhasil mencetak 10 gol liga pada musim pertamanya di Stamford Bridge (2004/2005). Drogba kemudian menjadi favorit fans Chelsea dan Werner berharap bisa melakoni jejak yang sama.

Robin Gosens, Atalanta

Robin Gosens adalah contoh pemain muda yang terlupakan oleh PSSI-nya Jerman. Muncul sebagai pemain kunci dalam kesuksesan Atalanta, usaha mencari jejak Robin Gosens di sepak bola Bundesliga berakhir nihil. Ia ternyata tidak pernah tercatat merumput di Liga Jerman. Ia pernah melamar ke Borussia Dortmund tapi ditolak. Ia meniti karir sepak bolanya di FC Dordrecht Belanda, kemudian Heracles Almelo juga di Belanda, sebelum direkrut oleh La Dea.

Toni Kroos, Real Madrid

Awalnya, Kroos setuju dengan pelatih tim nasional Joachim Loew bahwa sudah waktunya untuk memasukkan beberapa pemain muda ke dalam skuad, tetapi tampaknya Kroos berubah pikiran, meminta pasangan Thomas Mueller dan Mats Hummels untuk masuk skuad utama Jerman.

Thomas Mueller telah menjadi salah satu pemain terpenting Bayern Munchen selama dua musim terakhir. Dan meskipun Dortmund memiliki kelemahan pertahanan, Hummels secara konsisten tampil solid bagi BVB. Tidak ada alasan kedua pemain tersebut tidak masuk daftar terakhir skuad Die Mannschaft untuk Euro 2020, terutama jika Kroos berubah pikiran dan mundur dari tim nasional.

Joshua Kimmich, Bayern Munchen

Kimmich mengawali karirnya sebagai seorang gelandang tengah yang membantu RB Leipzig promosi setelah tiba di Red Bull Arena dari tim muda legendaris VfB Stuttgart pada tahun 2013.

Joshua Kimmich kemudian menghabiskan empat musim pertama dalam karirnya di Bundesliga sebagai bek kanan bersama Bayern, dan baru mendapatkan tempat di lini tengah Die Mannschaft pada penampilan ke-30, kemenangan laga persahabatan 3-0 atas Rusia pada November 2018.

Dia memenangkan penghargaan Pemain Bertahan Terbaik Liga Champions pada Oktober 2020, dan kepindahannya sebagai penyuplai bola di lini tengah untuk klub dan negaranya seharusnya tidak terlalu mengejutkan.

Lukas Klostermann, RB Leipzig

Lukas Manuel Klostermann bukanlah bek sayap pertama di Bundesliga yang memiliki potensi kelas dunia, tetapi dia mungkin satu-satunya bek sayap yang main untuk RB Leipzig dan tim nasional Jerman, sembari belajar untuk meraih gelar sarjana ekonomi.

Dalam hal membangun serangan dan gaya bermain, Klostermann mirip Stephan Lichtsteiner. Pemain Swiss Lichtsteiner saat ini menggunakan pengalamannya untuk membantu Augsburg melawan degradasi di divisi kedua Jerman, tetapi terkenal saat menjadi pemain Juventus karena mampu membuat bek kiri lawan terbirit-birit mengejar kecepatan larinya dan memaksa pemain lawan melebar. Ini adalah taktik ampuh yang juga dilakukan Klostermann.

Matthias Ginter, Borussia Moenchengladbach

Seorang pemain yang bersedia mengisi posisi mana pun yang diminta, Matthias Ginter telah menjadi pemimpin lini belakang untuk Borussia Moenchengladbach dan Die Mannschaft.

Pemain 26 tahun itu telah mencatatkan 28 penampilan untuk Jerman – di berbagai posisi – sejak debutnya pada Maret 2014. Dia telah bermain sebagai bek tengah dalam formasi pertahanan empat orang, sebagai tiga bek dalam turnamen Piala Konfederasi 2017, dan bahkan sebagai bek kanan di kualifikasi Euro 2016 dan UEFA Nations League 2018.

Menurut pendapat Joachim Loew, Matthias Ginter sedikit diremehkan kemampuannya oleh masyarakat luas. Namun dia selalu melakukan pekerjaannya dengan baik, tegas pelatih tim nasional Jerman itu.

Mats Hummels, Borussia Dortmund

Peralihan ke formasi tiga bek tidak diragukan lagi memberi Mats Hummels lebih banyak kesempatan untuk memamerkan operannya yang sangat panjang. Dia mencetak rata-rata 93 sentuhan per pertandingan musim 2020/2021 ini, dan 57 persen dari umpan-umpan panjang di Bundesliga, yang tertinggi dalam kariernya.

Pada pertengahan musim 2019/2020 saja ia telah melepaskan 128 umpan panjang, dengan mantan bek tengah Dortmund Matthias Ginter dari Gladbach dan Dominique Heintz dari Freiburg – pemain lain yang bermain dalam sistem pertahanan tiga orang – merupakan urutan tertinggi berikutnya dalam daftar itu di Bundesliga.

Niklas Suele, Bayern Munchen

Sejak bergabung pada 2017, Niklas Suele dengan cepat membuktikan dirinya sebagai bek tengah pilihan pertama. Dia sangat ingin menjadi pemimpin di lini belakang musim lalu ketika Mats Hummels pergi dan Jerome Boateng dilaporkan tak lagi menjadi pilihan utama. Namun, cedera ligamen lutut yang parah menghancurkan rencana Suele. Sejak pulih dari cedera serius, ia tidak terlihat dalam performa terbaiknya. Selain itu, penampilan luar biasa dari Boateng dan David Alaba membuat dia tidak lagi menjadi bek tengah pilihan pertama di klub.

Manuel Neuer, Bayern Munchen

Manuel Neuer adalah kiper pilihan pertama di Bayern Munchen dan tim nasional Jerman. Kini dalam ancaman serius dari kiper kedua Marc-Andre ter Stegen yang merumput di Barcelona.