Ajax Amsterdam vs Bayern Munchen Jadi Modal Timnas Belanda

Ronald Koeman akui gunakan rekaman Ajax vs Bayern Munchen di ajang Liga Champions untuk mempelajari gaya Timnas Jerman.

Gilabola.com – Bos Belanda Ronald Koeman menggunakan tontonan Ajax vs Bayern Munchen di ajang Liga Champions sebagai modal mempelajari gaya permainan Jerman.

Belanda menelan kekalahan 2-1 lawan Prancis pada laga pertama UEFA Nations League, September kemarin. Kini tim Oranje berharap bisa meraih hasil positif di pertandingan kontra Jerman, jika tidak ingin menjadi juru kunci di Grup 1 Liga A dan turun kasta ke Liga B kompetisi antar bangsa-bangsa Eropa ini.

Sadar pentingnya arti kemenangan, pelatih Ronald Koeman berharap anak asuhnya untuk mengikuti jejak Ajax Amsterdam yang bisa menahan imbang 1-1 Bayern Munchen di pentas Liga Champions.

“Kami harus menghargai lawan tapi di saat yang sama kami pun harus mempercayai diri kami sendiri,” kata Koeman. “Kami tidak begitu buruk dan tim-tim lain pun tidak begitu baik.”

“Kami harus mempercayai kualitas yang dimiliki, seperti Ajax melawan Bayern di Liga Champions.¬†Jika Anda memiliki perasaan bahwa Anda bisa bersaing melawan mereka maka perlahan-lahan bakal tumbuh kepercayaan diri. Saat ini tim nasional Belanda berada dalam proses yang sama.”

Performa Buruk Timnas Belanda

Advertisement
OLE777
OLE777

Belanda hanya bisa memenangi dua laga, dua kali imbang dan kalah dua kali dari enam pertandingan sejak diambil alih Ronald Koeman, Februari silam.

Hasil tersebut membuat Belanda gagal lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia dan Koeman mengakui bahwa saat ini bukanlah waktu yang bagus bagi timnas.

“Para pemain juga beranggapan babak kualifikasi Piala Dunia kemarin berjalan buruk. Mereka membutuhkan beberapa perubahan,” tambah Koeman.¬†“Ada juga beberapa pemain yang tidak dipilih, sementara yang lainnya merasa seharusnya masuk timnas. Saat ini kami juga membuat beberapa perubahan. Kami sedang dalam masa pemulihan.”

“Menurut pendapat saya, ini bukan periode yang bagus bagi timnas. Kami dulu terbiasa bersaing menangi trofi. Di sisi lain, kami masih memiliki banyak pemain yang membela klub-klub besar.”

“Kami mempunyai kualitas yang cukup tapi sebuah kemenangan tidak akan berjalan mudah melawan Jerman. Kami harus melakoni terbaik melawan mereka.”