Alasan Kekalahan Manchester City di Piala FA: Lakukan 8 Pergantian Pemain

Gila Bola – Manchester City kehilangan satu dari empat trofi yang mereka incar setelah disingkirkan oleh Chelsea pada semi final Minggu dinihari 18 April 2021. Alasannya mungkin terletak pada fakta bahwa Pep Guardiola melakukan delapan pergantian sekaligus untuk skuad yang terakhir kali menang.

Satu gol Hakim Ziyech sudah cukup untuk membawa Chelsea lolos ke final dengan mengorbankan Manchester City. Tapi mengapa tim yang bisa mengklaim diri sebagai tim terbaik di Eropa, dengan keunggulan jauh di atas rival terdekatnya Manchester United pada papan klasemen Liga Inggris itu, bisa kalah?

Jawabannya mungkin terletak pada keengganan Guardiola menurunkan susunan pemain yang sama persis yang menang atas Borussia Dortmund pada leg kedua perempat final Liga Champions, dua hari silam.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Dengan laga Liga Inggris di kandang Aston Villa sudah menunggu pada pertengahan pekan, Guardiola memutuskan melakukan rotasi besar-besaran dan hanya menyisakan Ruben Dias di lini belakang serta Kevin de Bruyne dan Rodri di tengah sebagai starter.

Delapan nama lainnya yang turun sebagai starter melawan Dortmund di ajang Champions League pada tengah pekan tidak dimainkan sejak menit pertama pada pertandingan semi final Piala FA di Stadion Wembley ini.

Mereka adalah Phil Foden dan Bernardo Silva di lini depan, kemudian Ilkay Guendogan di tengah, serta tiga dari empat bek: Oleksandr Zinchenko, John Stones dan Kyle Walker. Bahkan kiper pun dirotasi dengan penjaga gawang lapis kedua Zack Steffen menggantikan Ederson Moraes.

Hasilnya kita sudah tahu, City kalah 1-0 oleh gol Hakim Ziyech. Skuad City tidak pernah benar-benar menakutkan selama babak pertama. Mereka kehilangan semangat dan kreatifitas yang biasanya menjadi ciri khasnya.

Skyblues juga memainkan garis pertahanan tinggi, mendekati garis setengah lapangan. Sistem ini hanya bisa berhasil jika mereka dominan atas bola. Jika mendekati 50:50 seperti yang terjadi sepanjang Minggu dinihari, itu merupakan usaha bunuh diri. Contohnya adalah gerakan terobosan yang dilakukan Timo Werner usai menerima umpan dari Mason Mount, sebelum meneruskan bola ke arah Ziyech. Perhatikan betapa mudahnya Werner mengalahkan dua pemain City.