Alasan Portugal dan Perancis Bahagia Lihat Gol Denmark ke Gawang Jerman Ini, Perlihatkan Kelemahan Die Mannschaft

Gilabola.com – Ini hanya sebuah laga persahabatan biasa jelang Euro 2020 tapi akan ditonton berulang-ulang oleh skuad Portugal dan Perancis karena memperlihatkan kelemahan di lini belakang Die Mannschaft. Lihat pergerakan Yussuf Poulsen memaksa Mats Hummels mati langkah!

Ini adalah cuplikan dari pertandingan persahabatan Jerman vs Denmark pada 3 Juni 2021 lalu, saat anak buah Joachim Loew unggul lebih dulu 1-0 melalui gol Florian Nauhaus pada awal babak kedua.

Pada pertangahan babak kedua Denmark membalaskan melalui gol pemain RB Leipzig Yussuf Poulsen. Skor sama kuat 1-1. Tapi bukan gol itu sendiri yang penting, melainkan proses terjadinya gol.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Dari lapangan tengah, Denmark berhasil merebut bola dari satu pemain Jerman, dan begitu bola dikuasai, Yussuf Puolsen dan satu pemain lain – kemungkinan itu Martin Braithwaite – berlari kencang ke depan. Tiga atau bahkan empat pemain belakang Die Mannschaft berusaha menutup ruang, termasuk Mats Hummels.

Bek tengah Borussia Dortmund itu membanting arah larinya saat melihat striker keturunan Tanzania berusia 26 tahun itu bergerak ke arah kanan lapangan, sebelum mendadak mengalihkan larinya ke tengah, di antara Hummels dan Nicklas Suele.

Channel Gilabola di Youtube

Pemain 32 tahun dengan tinggi badan 191 centimeter itu sudah kehilangan satu detik saat ia menyadai Yussuf Poulsen menusuk ke arah yang berbeda. Ia berusaha membalas kesalahannya tapi sudah terlambat karena umpan terobosan sudah dikirimkan oleh striker Inter Milan, Christian Eriksen. Sliding yang dilakukan Hummels tidak ada gunanya karena sang pemain Leipizig sudah unggul satu langkah dan ia akhirnya menjebol gawang Manuel Neuer.

Anda bisa melihat analisis dari Carlon Carpenter dari StatsBomb di bawah ini. Ia menyoroti aksi Poulsen memanfaatkan momentum gerakan Hummels yang terlanjur berlari ke sisi kanan, guna mencuri satu detik.

Portugal dan Perancis satu grup dengan Jerman di Grup F Euro 2020, yang dijuluki Grup Neraka karena bergabungnya juara Eropa dan juara dunia di sini. Kesulitan grup ini bertambah dengan Jerman menjadi tuan rumah, selain Hungaria. Tapi cara anak-anak Joachim Loew menangani serangan tim urutan 10 dunia, Denmark, akan menarik perhatian Fernando Santos dan Didier Deschamps selaku manajer Selecao dan Les Bleus. Mereka akan mencoba mengulangi kesalahan ini dalam dua pertemuan, 15 Juni dan 19 Juni 2021.

AHABET
AHABET