Andres Iniesta Akan Tampil Mati-matian di Piala Dunia Terakhirnya

Andres Iniesta diyakini masih memiliki kemampuan untuk mengantarkan Spanyol menjadi juara di Piala Dunia 2018.
Andres Iniesta diyakini masih memiliki kemampuan untuk mengantarkan Spanyol menjadi juara di Piala Dunia 2018.

Gilabola.com – Sergio Busquets tahu Andres Iniesta akan tampil mati-matian karena ini merupakan Piala Dunia terakhir kalinya sebelum mundur dari tim nasional Spanyol.

Gelandang serang Barcelona itu akan selalu dikenang untuk golnya ke gawang Belanda di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, yang membuat La Roja mengangkat trofi juara untuk pertama kalinya.

Ia pun mendapatkan tepuk tangan dan sambutan meriah dari seluruh masyarakat Spanyol setiap kali bertandang ke markas lawan Barcelona semusim penuh.

Sayangnya torehan fantastis tersebut tidak bisa diulangi di Piala Dunia 2014, dengan La Roja tersingkir di babak penyisihan grup.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Kini Andres Iniesta membuka peluang untuk pensiun dari timnas setelah ia memutuskan untuk meninggalkan Blaugrana dengan alasan fisiknya sudah tidak sekuat dulu lagi.

Namun gelandang Spanyol Sergio Busquets yakin bekas rekannya di Azulgrana itu masih bisa tampil maksimal dan percaya Iniesta berambisi membawa Spanyol menjadi juara lagi.

“Saya rasa dia baik-baik saja. Ini akan jadi Piala Dunia terakhirnya dan saya rasa itu membuat Iniesta kian ambisius,” ujar gelandang bertahan ini pada jumpa pers.

“Andres Iniesta sepenuhnya siap kapanpun pelatih memutuskan untuk menurunkannya sebab kami tahu kualitasnya dan seperti apa dirinya.”

Spanyol terkenal dengan permainan passing-passing akurat, yang memberikan kesuksesan di Afrika Selatan dan Euro 2008 serta 2012.

Namun kehadiran Diego Costa membuat La Roja bermain sedikit berbeda sebab pemain naturalisasi kelahiran Brasil itu dikenal mengandalkan kekuatan fisiknya.

Menurut Sergio Busquets, permainan Spanyol memang berubah demi menghadapi tantangan demi harapan meraih gelar juara.

“Pertama-tama, tidak ada pemain yang sama dan tidak ada lawan yang serupa. Melawan Portugal kami bisa saja bermain seperti itu tapi melawan Iran, kami tidak bisa menerapkan transisi cepat tersebut,” tambahnya.

“Yang bagus dari bermain dengan pemain-pemain berkarakter berbeda itu adalah kami bisa mengaplikasikan gaya permainan berbeda pada situasi yang berbeda.”

“Gayanya masih tetap sama tapi ada beberapa perubahan kecil. Itu membuat kami sedikit sulit diprediksi.”